logo

21/01/19

Mau Bebas, Ahok Ngaku Pilih Ditahan di Mako Brimob Saja

Mau Bebas, Ahok Ngaku Pilih Ditahan di Mako Brimob Saja

NUSANEWS - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan bebas pada Kamis (24/1/2019) mendatang atau hanya beberapa hari ke depan saja.

Atas kebebasannya yang di depan mata, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyapa melalui surat tulisan tangannya dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Surat itu ditulisnya pada 17 Januari 2019 lalu yang menjadi ucapan syukur atas pelajaran hidup yang diterimanya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas semua doa dan dukungan yang diterimanya selama ini.

Ahok mengaku, sepanjang hidup yang sudah dijalaninya, tak sekalipun ia pernah merasakan dukungan yang begitu luar biasa seperti saat ini.

Mulai dari makanan, buah buahan, pakaian, dan buku-buku.

“Saya merasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya,” tulisnya dalam surat tersebut.

Ia menilai, dukungan yang didapatnya itu begitu berharga.

“Lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar,” ungkapnya.

Ahok lantas menyinggung adanya kabar bahwa ada pihak-pihak yang ingin menyambutnya, bahkan sampai menginap di Mako Brimob.

Akan tetapi, pada hari kebebasannya yang jatuh pada Kamis lusa itu adalah hari kerja.

Ia menyebut, jalanan di depan Mako Brimob adalah jalan bagi orang lain yang hendak berangkat kerja dan mencari nafkah.

Karena itu, ia menyarankan, demi kebaikan dan dan ketertiban umum bersama, agar tidak ada penyambutan kebebasan dirinya.

“Sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahok juga mengaku bersyukur ditahan di Mako Brimob dan tak terpilih kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2017 lalu.

“Jika saya terpilih lagi di pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai Balai Kota saja,” tuturnya.

Di dalam rutan juga, lanjutnya, dirinya belajar menguasai diri sendiri.

“Kuasai Balai Kota hanya untuk 5 tahun lagi, saya jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih mana?”

“Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun (liburan remisi 3,5 bulan) untuk bisa menguasai diri seumur hidupku,” bebernya.

Ahok menyatakan, jika tetap jadi Gubernur, dia bisa saja semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang.

Di surat itu, Ahok juga menyampaikan permintaan maaf kepada banyak pihak, seperti para pendukungnya dan PNS DKI.

“Juga kepada para pembenciku sekalipun,” tegasnya.

“Aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tida sengaja menyakiti hati saudara dan anggota keluarganya,” lanjutnya.

Di baris terakhir, ia juga meminta agar publik ‘membunuh’ Ahok dan memilih memanggilnya dengan nama lain.

“Saya keluar dari sini, dengan harapan panggil saya BTP, bukan Ahok,” tutupnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...