logo

19/01/19

Ma'ruf Amin: Saya dan Jokowi Harus Menang, Kalau Tak Menang Innalillahi

Ma'ruf Amin: Saya dan Jokowi Harus Menang, Kalau Tak Menang Innalillahi

NUSANEWS - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan pengurus DPD KNPI Kota Tangerang. Ma'ruf meminta doa dan dukungan agar menang di Pilpres 2019.

"Malam ini saya alhamdulillah bisa bersilaturahim untuk bersama-sama kita mengaji, sebelumnya saya ingin minta doa, minta dukungan, karena dikatakan tadi saya calon wakil presiden. Karena itu saya minta doa, minta dukungan, sebenarnya saya ini sudah merasa nyaman menjadi Rais Aam PBNU, menjadi Ketua Umum MUI, tapi karena Pak Jokowi mengajak saya menjadi wakil presiden, dan didorong oleh para ulama akhirnya saya menerima ajakan itu untuk menjadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf di gedung DPD KNPI Kota Tangerang, Jl Adamyati, Sukasari, Kota Tangerang, Jumat (18/1/2019).

Ma'ruf kemudian menjelaskan alasan dirinya menerima pinangan Joko Widodo untuk menjadi cawapres di Pemilu 2019. Salah satunya adalah belum adanya orang Tangerang yang menduduki jabatan wakil presiden.

"Kenapa saya mau terima, karena saya ini kan orang Tangerang, selama ini orang Tangerang belum pernah ada yang jadi wakil presiden, jadi saya menerima supaya menjadi contoh kalo sekarang saya jadi wakil presiden, saya harap ke depan ada orang tangerang lagi. Bukan hanya wakil presiden tapi presiden, amin ya robbal alamin," tuturnya.

Dia mengatakan dirinya dan Jokowi harus memenangi Pilpres 2019 agar tak ada orang yang kapok mengajak orang Tangerang menjadi pemimpin nasional. Dia juga ingin kemenangannya diperoleh dengan hasil mutlak.

"Oleh karena itu saya mendampingi Pak Jokowi harus menang, kalau sampai tidak menang, innalillahi wa innailaihi rojiun, masa wakil presidennya orang Tangerang kalah? Harus menang, dan menangnya tidak boleh sedikit, menangnya harus banyak, harus mutlak. Supaya nanti orang tidak kapok ngajak orang Tangerang, supaya nanti ngajak orang Tangerang lagi buat jadi pemimpin nasional," ujarnya.

Mantan Rais Aam PBNU ini mengatakan alasan lain dirinya menerima tawaran dari Jokowi adalah belum adanya kalangan ulama yang menjadi orang nomor 2 di Indonesia. Jokowi, disebut Ma'ruf, sangat memuliakan kiai dan santri.

"Berarti beliau itu mencintai kiai, mencintai santri, untuk itu tidak betul pak Jokowi tidak mencintai santri, itu hoax, itu hoax, itu bohong. Tidak boleh kita bohong, apalagi katanya Pak Jokowi itu PKI, orang yang bikin isunya saja datang ke rumah saya, bilang 'pak kiai yang dulu bikin cerita pak jokowi PKI itu saya, sekarang saya tobat, saya minta ampun, nggak akan lagi-lagi'. Yang bikinnya aja udah kapok, lah ente nggak berhenti-berhenti. Yang bikinnya aja berhenti," tuturnya.

Selain itu, Ma'ruf juga ingin memberikan motivasi kepada para santri untuk mempunyai kepercayaan diri dan jangan rendah diri. Menurut dia, santri itu bisa menjadi apa saja bahkan menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.

"Sekarang ini yang lagi laku itu perempuan-perempuan, lagi laku banyak yang jadi bupati, muslimat-muslimat. Dan santri itu bisa jadi wakil presiden, buktinya saya, bisa jadi presiden juga, buktinya Gusdur. Gusdur santri bukan? Santri. Bisa jadi presiden tidak? Ya bisa alhamdulillah," imbuh Ma'ruf.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...