logo

20/01/19

Kronologi Pekerja Tewas Mengenaskan dalam Mesin Penggilingan Plastik

Kronologi Pekerja Tewas Mengenaskan dalam Mesin Penggilingan Plastik

NUSANEWS - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan kerja di tempat penggilingan botol plastik PD Laju Mandiri di Kampung Cisalak, Jalan Rawa Sinah, RT 02/RW 04 Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat., Kamis 17 Januari 2019. Tubuh Sariman (35) hancur dan hanya menyisakan sepasang kaki akibat kejadian ini.

Polsek Bantargebang membeberkan kronologi kejadian tragis yang menimpa warga Dusun Sawur, RT 03/RW 03, Kelurahan Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu.

Pagi sekira Pukul 08.40 WIB, korban bersama rekan kerjanya menjalankan rutinitas di lokasi kejadian. Korban bertugas memasukkan botol plastik ke dalam mesin penggiling.

Saat sedang beroperasi, mesin giling tiba-tiba macet. Amat, rekan korban lalu mencoba mencari tahu penyebab macetnya mesin giling tersebut.

"Tiba-tiba saksi melihat mesin giling implek macet. Setelah dicek, ternyata ada darah yang keluar dari mesin giling implek," kata Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo kepada Okezone, Jumat (18/1/2019).

Amat mendapati korban sudah berada di dalam mesin giling dengan kondisi tubuh hancur dan hanya menyisakan sepasang kaki.

Polsek Bantargebang yang menerima laporan mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan pengamanan. Tak lama setelahnya, Unit Identifikasi beserta Reskrim Polres Metro Bekasi Kota juga tiba di TKP.

Lokasi pekerja tewas tergiling mesin pencacah plastik di Bekasi. (Foto: Istimewa)

"Kita lakukan proses evakuasi dan pembongkaran mesin giling yang terdapat korban di dalamnya," ujar Siswo.

Usai dievakuasi, jasad korban yang sudah tidak utuh dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk keperluan autopsi.

Hingga saat ini polisi masih mendalami keterangan sang pemilik usaha penggilingan, Agus Susanto (40), warga Kampung Serang, RT 02/RW 06, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, beserta saksi lainnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...