logo

06/01/19

Kasus Brigpol Dewi, Psikolog Ingatkan Pernikahan Harus Dimaknai Sebagai Ibadah

Kasus Brigpol Dewi, Psikolog Ingatkan Pernikahan Harus Dimaknai Sebagai Ibadah

NUSANEWS - Brigpol Dewi kini tidak lagi menjadi anggota Polri. Polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Polrestabes Makassar itu disanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat sebagai anggota polisi, Rabu (2/1/2019).

Selain karena kasus beredarnya foto-foto bugilnya di media sosial, belakangan diketahui bahwa ia ternyata berselingkuh dengan dua perwira polisi yang bertugas di Polda Sulsel.

Suami Brigpol Dewi yang juga seorang anggota kepolisian di Polrestabes Makassar langsung melapor ke Krimum Polda Sulsel dan mengajukan gugatan cerai.

Psikolog Unhas Istiana Tajuddin mengatakan, dalam kasus yang dialami Brigpol Dewi ini harus ada pemaknaan diri terhadap pernikahan.

“Seseorang mampu mengendalikan diri pada godaan selama pernikahan jika mampu memaknai pernikahan sebagai ibadah. Dan memaknai dampak tindakan destruktifnya di masa kini terhadap dirinya di masa depan,” kata Istiana kepada Pojoksulsel.com, Sabtu (5/1/2019).

Istianan menjelaskan, destruktif aktif merupakan penyelesaian masalah dalam bentuk meninggalkan pasangan atau menyatakan ingin meninggalkan.

Kemudian destruktif pasif kata dia adalah mendiamkan masalah namun tidak berusaha mencari jalan keluar, malah lari dari masalah yang sebenarnya, salah satunya adalah selingkuh.

“Pada orang yang menjalankan pola destruktif pasif pada kasus selingkuh ini biasanya karena merasa tidak memiliki kekuatan yang cukup dalam menyelesaikan masalah. Sehingga melarikan persoalan pada jalan keluar yang dianggap mampu menyelesaikan masalah padahal justru memperburuk situasi,” ungkap Istiana

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...