logo

06/01/19

Kapolres Bantah Hujan Uang di Probolinggo, Ternyata di Sidoarjo

Kapolres Bantah Hujan Uang di Probolinggo, Ternyata di Sidoarjo

NUSANEWS - Video hujan uang di Probolinggo viral di media sosial sejak dua hari terakhir. Dalam video itu, tampak satu keluarga membagi-bagikan uang dari atap rumahnya.

Dalam video unggahan netizen itu, terlihat satu keluarga berada di atas rumah. Mereka lantas membagikan uang dengan cara menabur. Sedangkan di bawahnya, banyak warga yang berhamburan memungut uang yang ditaburkan oleh mereka.

Video itu di-upload Kamis (3/1). Video itu lantas menjadi viral, bahkan diberitakan di beberapa media mainstream.

Polres Probolinggo Kota dan Polres Probolinggo kompak menyebut, tidak ada hujan uang di Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, jajarannya tidak ada yang mendapat laporan perihal kejadian itu.

“Tidak benar itu. Tidak ada di Probolinggo. Jajaran kami tidak ada yang mendapatkan laporan perihal keluarga yang menaburkan uang itu,” katanya saat dikonfirmasi.

Hal yang sama disampaikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Menurutnya, kabar satu keluarga yang menaburkan uang itu bukan terjadi di Probolinggo. Terbukti, jajaran Polsek di bawahnya tidak ada yang melaporkan kejadian itu.

“Kabar itu tidak jelas, bahkan meresahkan. Saya harapkan warga tidak gampang percaya dengan adanya informasi semacam itu,” terangnya, sebagaimana dilansar Radar Bromo.

Setelah ditelusuri, ternyata video itu tidak diambil di Probolinggo, melainkan Sidoarjo. Orang yang membagi-bagikan uang sebanyak Rp10 juta itu adalah penjual bakso.

Hujan uang itu terjadi di Desa Kepatihan Kecamatan Tulangan Sidoarjo Jawa Timur. Oarang yang membagi-bagikan uang dalam video itu adalah keluarga Satuman, pengusaha bakso.

Satuman mengakui video viral bagi-bagi uang yang ramai di media sosial dilakukannya pada Rabu 26 Desember 2018 lalu.

“Hal ini sudah menjadi tradisi dan sebagai cara ucap syukur karena bisa membuatkan rumah baru untuk anak yang ketiga,” kata Satuman.

Satuman mengaku, uang yang dibagikan dari atas rumah sekitar Rp 10 juta. Mulai dari pecahan Rp 2000, Rp 5000, Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.

Satuman, sengaja menggelar bagi-bagi uang tersebut sesuai dengan tradisi di tempat tersebut yang menyebut dengan istilah udik-udikan.

Itu sebagai rasa syukur atas limpahan rejeki selama hidup. Warga sekitar mengenal Satuman sebagai sosok yang ramah, dan akrab dengan tetangga sekitarnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...