logo

25/01/19

Kapolda Jabar: Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah Tidak Masif

Kapolda Jabar: Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah Tidak Masif

NUSANEWS - Penyebaran dan peredaran tabloid Indonesia Barokah di wilayah Jawa Barat, disebut tidak terlalu masif.

Demikian disampaikan Kapolda Jabar rjen Agung Maryoto usai launching Milenial Safety Ridding di gor Bulutangkis di Jalan Jakarta, Bandung, Jumat (25/1/2019).

“Saya kira nggak terlalu masif ya (peredarannya),” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya tetap akan mendalami peredaran tabloid yang disebut-sebut mendiskreditkan salah satu paslon capres-cawapres itu.

Dari hasil pendalaman, kata dia, pihaknya hanya menemukan di tiga wilayah saja di Jawa Barat.

“Kalau hasil pendalaman, hanya di tiga daerah saja, yakni di Soreang, Garut dan Tasik,” sebutnya.

Untuk diketahui, tabloid Indonesia Barokah mendadak ramai diperbincangkan pasca debat Pilpres tanggal 17 Januari 2019 lalu.

Dalam isi tabloid tersebut, banyak mengungkap tentang rekam jejak Prabowo serta pergerakannya bersama gerakan 212.

Tabloid tersebut disebarkan ke masjid dan musala, ponpes dan ormas-ormas di wilayah pedesaan di Jabar.

Informasi yang dihimpun, saat ini tabloid tersebut tersebar di 15 Daerah di Jawa Barat.

Bahkan, Bawaslu Jabar bersama KPU dan KPID Jabar membentuk tim untuk mengkaji produk jurnalistik tersebut.

Di sisi lain, dari data sementara, peredaran tabloid itu sudah bukan saja di Jabar. Melainkan di Banten dan Jawa Tengah.

Mabes Polri sendiri menyatakan siap menerima laporan polisi BPN Prabowo-Sandi terkait keberadaan tabloid tersebut.

Akan tetapi, pelaporan tersebut tidak akan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

Pasalnya, korps Bhayangkara itu masih harus lebih dulu menunggu kajian dari Dewan Pers untuk menentukan apakah tabloid tersebut termasuk produk jurnalistik atau bukan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...