logo

24/01/19

Jusuf Kalla Kritisi Proyek Infrastruktur Tak Efisien, Fahri Hamzah: Ya Ampun, Saya Baru Dengar

Jusuf Kalla Kritisi Proyek Infrastruktur Tak Efisien, Fahri Hamzah: Ya Ampun, Saya Baru Dengar

NUSANEWS - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengkritisi sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai tidak efisien.

Kritik Jusuf Kalla tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah memberikan tanggapannya melalui akun Twitter miliknya, @Fahrihamzah, Rabu (23/1/2019).

Awalnya, seorang warganet melalui akun Twitter @CakKhum, mengunggah video Jusuf Kalla yang mengkritik infrastruktur salah sasaran yang ditayangkan TV One.

Di video tersebut, Jusuf Kalla menyoroti pembangunan LRT di atas jalan tol yang membuat biaya 10 kali lipat lebih mahal.

"Kenapa kita harus bikin LRT di atas jalan tol, kemudian kenapa bikin elevated, akibatnya jalan tol tidak bisa diperlebar karena ada tiang di sampingnya, biayanya 10 kali lipat kalo di bawah, ini rekomendasi Menteri Perhubungan, kalau di bawah 10 kali lebih murah," ucap Jusuf Kalla.

Tak hanya LRT, Jusuf Kalla mengungkapkan pembangunan kereta api Trans Sulawesi yang salah sasaran.

"Kereta api Sulawesi, Manado, siapa yang mau naik dari Makassar ke Manado, barang apa mau diangkut enggak ada," jelasnya.

"Jadi saya minta hanya memperpendek di Sulawesi hanya untuk keperluan industri, kalau barang, orang tidak efisien, kereta api hanya efisien di Jawa," lanjutnya.

Jusuf Kalla turut mengingatkan kepada pemerintahan selanjutnya terkait infrastruktur yang salah sasaran akan mempersulit sistem.

"Tapi semua itu sudah terjadi, oke-lah itu pemerintah lama yang memulai, apalagi ada isu mau bikin di tempat lain, itu akan menyulitkan sistem kita," ucapnya.

Jusuf Kalla sempat menyinggung LRT Palembang yang dijadikan wisata turuis lokal.

"Sekarang LRT di Palembang dijadikan turis lokal datang naik coba sekali, sudah selesai seperti itu," singgungnya.

Di unggahannya itu, akun Twitter @CakKhum menuliskan keterangan terkait kritik Jusuf Kalla pada pembangunan LRT dan kereta Trans Sulawesi yang salah sasaran.

"Wapres Jusuf Kalla Mengkritik Infrastruktur Salah Sasaran.

Membuat LRT di atas jalan tol membuat biayanya 10 kali lipat.

Pembangunan jalur kereta api dari Makassar ke Manado, siapa yg mau naik, barang apa yang mau di angkut dari utara ke selatan?,"tulisnya.

Capture Twitter/ @CakKhum, Rabu (23/1/2019) (Twitter/ @CakKhum)



Mengomentari kritik Jusuf Kalla, Fahri Hamzah melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, mengaku bahwa ia baru mendengar hal tersebut.

"Ya ampun... Saya baru Denger...," cuit Fahri Hamzah.

Capture Twitter/ @Fahrihamzah, Rabu (23/1/2019) (Twitter/ @Fahrihamzah)

Sebelumnya diberitakan oleh Tribunnews, Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengkritisi transportasi massal yang dibangun oleh pemerintah.

Kali ini, dirinya menyatakan, penggunaan Light Rail Trans (LRT) di Palembang dan Kereta Api di Sulawesi tak berjalan efisien.

"Sekarang LRT Palembang, jadi turis lokal datang coba satu kali sudah selesai. Banyak hal-hal secara ekonomis bukan hanya secara teknis, tapi kita harus perbaiki secara ekonomis," kata Jusuf Kalla saat menjadi keynote speaker, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Jusuf Kalla pun sempat pula mengungkapkan, kekhawatirannya atas jalur kereta api Trans Sulawesi yang baru dioperasikan pada akhir 2018 lalu.

"Barang apa mau diangkut dari Utara ke Selatan, Selatan ke Utara? Enggak ada. Kalau barang dan orang tidak akan efisien, kereta api hanya efisien di Jawa karena penduduk 160 juta," ungkapnya.

Di hadapan para undangan yang kebanyakan insinyur, Jusuf Kallaberharap ke depan pembangunan infrastruktur termasuk transportasi massal, dimatangkan secara teknis dan ekonomi, apalagi pembangunan di daerah luar Pulau Jawa.

"Kalau jalan di daerah sangat penting sekali. Ini suatu tanggung jawab kita semua untuk melihat itu, sebagai bagian daripada evaluasi kita meningkatkan infrastruktur, tapi juga manfaatnya bagaimana," tuturnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla juga pernah mengkritik LRT yang dibangun di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.

"Infrastruktur juga harus efisien. Saya minta maaf, beberapa minggu lalu saya menyampaikan kenapa kita membikin LRT di atas jalan tol, kenapa semahal itu? Harus memahami, bahwa kenapa tetap harus membikin LRT di atas jalan tol, terus kenapa kita membikinnya elevated? Akibatnya, jalan tol tidak bisa diperlebar lagi karena ada tiang di sampingnya. Kedua, biayanya 10 kali lipat dibanding kalau di bawah," bebernya.

Lihat video selengkapnya berikut ini:


SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...