logo

24/01/19

Jokowi Dituduh Langgar Kampanye oleh Tim Prabowo, TKN Jelaskan ke Bawaslu

Jokowi Dituduh Langgar Kampanye oleh Tim Prabowo, TKN Jelaskan ke Bawaslu

NUSANEWS - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke Bawaslu DKI Jakarta oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas dugaan kampanye di luar jadwal. Hari ini Bawaslu DKI mengundang Jokowi selaku terlapor untuk dimintai klarifikasi.

"Kita sudah memanggil pelapornya, saksi pelapor juga sudah. Hari ini kita mengundang terlapornya. Karena terlapornya Pak Jokowi, kemudian yang hadir TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin), membawa surat kuasa," kata anggota Bawaslu DKI Puadi saat dihubungi, Kamis (24/1/2019).

Dia mengatakan ada tiga orang dari TKN Jokowi-Ma'ruf Amin yang memenuhi undangan. Pelaporan ini dibuat karena Jokowi dituduh menyampaikan janji memberikan fasilitas rumah murah untuk milenial saat diundang ke deklarasi alumni sejumlah universitas negeri.

Saat pemeriksaan tadi, Bawaslu memutar video dari acara yang digelar di plaza tenggara Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1). Lewat video tersebut Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengecek apakah ada visi-misi atau program yang disampaikan Jokowi di acara.

"Tadi video kita putar, diperlihatkan ke TKN dan pemeriksa (unsur Gakkumdu) yaitu Bawaslu, kejaksaan dan Polri. Kita perlihatkan apakah dalam video tersebut ada penyampaian visi-misi program dalam video tersebut," tutur Puadi.

Dia mengatakan pada Senin (28/1) nanti Bawaslu akan memanggil panitia acara deklarasi untuk mengklarifikasi terkait acara tersebut. KPU juga akan dipanggil sebagai saksi ahli.

"Kita punya waktu 14 waktu untuk proses penyelidikan ini, klarifikasi. Kemudian Senin kita mengundang panitia alumni UI dan KPU nanti kita minta sebagai ahli. Apakah kegiatan yang dilakukan deklarasi alumni UI itu mengandung unsur penyampaian visi-misi nggak yang disampaikan Pak Jokowi," ucap dia.

Puadi mengatakan penyelidikan dibatasi hingga 7 Februari. Namun kesimpulan kasus ini naik ke tingkat penyidikan atau dihentikan bisa saja diputuskan sebelum batas 14 hari habis.

Dikonfirmasi terpisah, Nelson Simanjuntak dari Direktorat Hukum dan Advokasi TKN yang mewakili Jokowi mengatakan yang dilakukan Jokowi di acara deklarasi alumni universitas negeri itu bukan merupakan kampanye. Nelson mengatakan dalam video acara deklarasi tersebut tak ditemukan ucapan Jokowi yang menjanjikan perumahan rumah.

"Kegiatan kemarin bukan kampanye. Itu kegiatan sekelompok warga yang mengatasnamakan alumni UI. Mereka membuat acara deklarasi dan mereka mengundang Pak Jokowi. Rupanya Pak Jokowi dilaporkan ketika menyampaikan sambutan atau apa namanya itu. Menurut laporan itu, Pak Jokowi dikatakan menjanjikan fasilitas perumahan. Kita lihat di video lengkap itu ternyata tak ada," tutur Nelson.

Dia mengatakan salah satu barang bukti yang disertai pelapor adalah pemberitaan sebuah media online. Dalam berita tersebut, ditampilkan foto Jokowi dalam acara deklarasi bersama alumni universitas negeri. Nelson menegaskan Jokowi sama sekali tidak menyampaikan visi misi, program, maupun citra diri saat bicara di acara deklarasi.

Nelson menjelaskan, Jokowi bicara soal perumahan murah dalam acara yang berbeda.

"Jadi di berita itu fotonya di GBK. Tapi isinya tentang pidato Jokowi pada saat menyampaikan visi misi di tempat lain, di TV kalau tidak salah. Pokoknya bukan di (acara) UI," kata dia.

"Tuduhan menjanjikan akan memberi fasilitas perumahan itu tidak ada itu pernyataan itu dalam deklarasi kemarin," sambung dia.

Nelson menambahkan, acara deklarasi alumni universitas negeri itu juga berasal dari swadaya masyarakat. Sehingga, lanjutnya, tidak dapat disimpulkan kegiatan tersebut masuk kategori kampanye.

"Kedua, acara itu sendiri kan merupakan acara yang diprakarsai masyarakat sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Jadi kalau kampanye kegiatan yang dilakukan oleh peserta pemilu atau orang atau pihak yang ditunjuk oleh peserta pemilu. Nah, ini tidak ditunjuk peserta pemilu, ini murni swadaya dari masyarakat. Kemudian mereka mengundang Pak Jokowi sebagai calon. Jadi tidak memenuhi apa yang disebut kampanye," bebernya.

Berdasarkan pemberitaan detikcom, diketahui Jokowi bicara soal janji perumahan rumah dalam sebuah acara yang disiarkan stasiun televisi swasta bertajuk 'Visi Presiden' yang digelar pada Minggu (13/1). Dari banyak program yang ditawarkan, salah satunya soal perumahan murah untuk milenial.

"Pembangunan perumahan, kurang lebih 13 juta rumah, terutama untuk anak-anak muda, milenial banyak yang belum memiliki rumah makanya 2015 kita bangun 700 ribu rumah, lalu 2016 sebanyak 700 ribu rumah, 2017 sebanyak 800 ribu rumah, 2018 sejumlah 1 juta rumah yang sudah kita selesaikan," kata Jokowi dalam salah satu acara yang disiarkan stasiun televisi swasta bertajuk 'Visi Presiden' seperti dilansir Antara, Senin (14/1) lalu.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...