logo

12/01/19

Jawab Tudingan Cipika-cipiki sama Cewek, Ma'ruf Amin Mengaku

Jawab Tudingan Cipika-cipiki sama Cewek, Ma'ruf Amin Mengaku

NUSANEWS - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, menceritakan keluh kesahnya bersama Joko Widodo yang belakangan sering diterpa informasi bohong atau hoax. Beberapa isu itu bahkan dianggap Ma’ruf menggelitik lantaran menyinggung langsung soal keulamaan dirinya.

Terkait hal itu, Ma’ruf pun berdoa semoga orang tersebut mendapatkan hidayah. Hal itu diungkapkan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia nonaktif itu di hadapan pendukung dan ratusan kader partai koalisi saat menghadiri safari politiknya di Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 12 Januari 2019.

“Ada isu Pak Jokowi PKI, itu masih aja. Padahal Pak Jokowi bilang, pas zaman PKI itu dia umurnya masih empat tahun, apa ada PKI balita,” kata Ma'ruf disambut gelak tawa barisan pendukung dan kader partai koalisi.

Ma’ruf mengatakan, orang yang menyebar isu tersebut kini telah tobat. Pelakunya pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Nah orang yang nyebar isu itu sudah datang ke saya, bilang tobat, minta ampun tidak akan mengulangi lagi. Karena itu kata Beliau, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Lah, yang bikin aja sudah tobat masa yang lain enggak tobat. Belum dapat hidayah,” tuturnya.

Apa yang dialami Jokowi, kini pun telah dirasakan langsung oleh Ma’ruf. Beberapa isu hoax itu bahkan menyinggung langsung pribadinya sebagai seorang ulama.

“Saya saja pernah dibuat isu. Katanya Maruf Amin sudah hilang keulamaannya karena waktu mau ngambil nomor joget-joget. Padahal saya waktu itu cuma tepuk tangan karena ada nyanyian memuji Pak Jokowi. Memang ada orang yang joget-joget, tapi saya tepuk tangan saja. Saya bilang matamu rabun. Orang tepuk tangan kok dibilang joget,” kata Ma’ruf disambut gelak tawa para pendukung.

Tak hanya itu, Ma’ruf juga sempat dikabarkan mencium pipi kanan dan pipi kiri atau cipika-cipiki dengan yang bukan muhrim-nya. Bahkan pelakunya sempat menunjukkan bukti video yang akhirnya justru membuatnya tertawa.

“Ada juga saya dibilang kalau salaman pakai cipika-cipiki sama cewek. Katanya ada videonya. Coba saya mau lihat videonya, lha pas saya lihat, lah ini kan istri saya. Masak saya cium istri saya enggak boleh. Dasar hoax. Apa aja digoreng," kata dia.


Terkait hal itu, pria yang juga menjabat sebagai petinggi Nahdlatul Ulama ini pun berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi yang beredar.

“Kalau kita orang Islam jangan mudah percaya, kita harus tabayun, cek dan ricek. Ini enggak, begitu dapat langsung di-share, enggak pakai diperiksa dahulu benar atau tidak. Berarti kan itu ikut membantu orang yang berbuat bohong. Nah ini tantangan kita,” ujarnya.

“Tapi saya yakin kader-kader partai pendukung dapat mengatasi hambatan-hambatan itu. Depok harus menang. Sekarang yakin menang,” kata dia.

Di tempat yang sama, salah satu anggota tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hendrik Tangke Allo, mengatakan pihaknya melarang keras membalas isu hoax dengan hoax.

“Yang paling penting kita perangi hoax. Kita sedih melihatnya. Kita dipecah belah oleh berita-berita hoax. Tadi saya katakan, kita jangan ikut-ikutan. Kita lawan dengan data,” kata Hendrik.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Depok itu mengatakan, hoax maupun ujaran kebencian tidak akan bisa memberikan keuntungan bagi bangsa dan masyarakat.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...