logo

08/01/19

Hadar Nasir: Profesionalitas dan Komunikasi Menjadi Titik Lemah KPU

Hadar Nasir: Profesionalitas dan Komunikasi Menjadi Titik Lemah KPU

NUSANEWS - Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan profesionalitas dan komunikasi menjadi titik lemah KPU saat ini. Sehingga, hal itu yang menyebabkan muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap KPU.

Bukan hanya itu saja, hal tersebut juga nantinya bisa akan berimbas ke hasil Pemilu 2019 nanti. Meskipun pada nantinya KPU mengaku telah melakukan penyelenggaraan pemilu secara benar, namun akan tetap ada ketidakpercayaan masyarakat dari proses dan hasil pemilu itu.

"Padahal hasil (pemilu) benar, enggak ada suara tertukar dan sebagainya, tapi karena enggak percaya sama KPU sehingga orang akan pertanyakan itu," kata Hadar di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Hadar pun bercerita ketika dirinya pernah menjabat sebagai komisioner KPU. Saat itu, ia bersama dengan komisioner lainnya telah bekerja dan menyelenggarakan pemilu secara bener.

"Tetap saja ada masyarakat yang tak percaya dengan apa yang telah dilakukan KPU. Karena, jika besar rasa ketidakpercayaan, masyarakat masih akan mengingatnya hingga pemimpin terpilih sudah resmi dilantik," ujarnya.

Hadar pun mengingatkan KPU aja bisa sebagai lembaga yang memiliki kemandirian dan independensi yang seharusnya bisa menjadi prinsip saat mengambil suatu keputusan.

"Kebijakan yang diambil dengan dalih hasil keputusan bersama menunjukkan penyelenggara pemilu gampang diatur oleh setiap pasangan calon," ucapnya.

Oleh karena itu, Haidar mengingatkan KPU saat ini untuk bisa berhati-hati bila ada suatu gagasan atau ide baru. Ia mewanti-wanti agar gagasan baru itu disesuaikan dengan aturan-aturan yang menjadi landasan kerja KPU selama ini dan jangan sampai gagasan baru ini tak konsisten sehingga malah akan merugikan KPU nantinya.

"Tunjukkan yang anda (KPU) yakini itu sesuai asas-asas yang anda pegang, sosialisaiskan, kalau ada masukan silakan koreksi, tetapkan aturannya dan laksanakan," jelasnya.

"Jadi firm saja, taruh dalam aturan, mereka (paslon) patuh, enggak ada yang melawan KPU," sambungnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...