logo

01/01/19

Habib Lutfhi Marah Diteriaki "Ganti Presiden" dan Tanya Upah, BPN Pastikan Tak Bagi Uang ke Pendukung

Habib Lutfhi Marah Diteriaki "Ganti Presiden" dan Tanya Upah, BPN Pastikan Tak Bagi Uang ke Pendukung

NUSNAEWS - Habib Luthfi bin Yahya marah kepada sekelompok orang yang berteriak ganti presiden usai acara haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Dia sempat bertanya kepada massa yang teriak 'Dapat upah berapa kalian'. Tim Prabowo-Sandiaga Uno yang mengusung tagline '2019 Ganti Presiden' memastikan sama sekali tak terlibat dalam peristiwa itu.

"Kami nggak tahu ya soal Habib Luthfi marah-marah. Yang pasti BPN, maupun seluruh relawan dan pendukung tim Prabowo-Sandi tidak pernah memberikan uang untuk mendukung Pak Prabowo dan bang Sandi," kata Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, saat dihubungi detikcom, Selasa (1/1/2019).

Peristiwa Habib Luthfi terlihat memarahi orang-orang yang berteriak 2019 ganti presiden itu terekam dalam sebuah video yang telah terkonfirmasi oleh panitia acara Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, Habib Ali bin Hasan Al Habsyi. Habib Ali bin Hasan membenarkan Habib Luthfi hadir dalam acara haul dan juga membenarkan adanya insiden tersebut, yang menurutnya terjadi bukan di luar lokasi acara.

Habib Luthfi sendiri dalam video itu terlihat membalikkan badan saat mendengar teriakan 2019 ganti presiden lalu berbicara kepada orang-orang yang meneriakkan kalimat itu. "Haul adalah haul, bukan yang lain. Dapat upah berapa kalian? Jangan kotori haul ini! Jangan kotori haul ini!" kata Habib Luthfi.

Kembali ke tanggapan Andre, kejadian itu dinilai sebagai aksi spontan warga yang hadir. Menurutnya, tim Prabowo-Sandiaga tak bisa mengatur sepenuhnya aksi spontan dari para pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Yang jelas, mungkin saja ada orang yang spontan berteriak 2019 ganti presiden ya. Kami tentu tidak bisa melarang hal itu, yang jelas saya ingin memberi penekanan tidak ada satupun Pak Prabowo dan Bang Sandi bagi-bagi amplop, kami bukan tipikal bagi-bagi uang, sembako. Kami bukan tipikal bagi-bagi sepeda, atau lempar-lempar baju untuk dapat dukungan masyarakat," ujarnya.

Andre menyatakan aksi spontan masyarakat yang berteriak ganti presiden itu kemungkinan disebabkan oleh kondisi ekonomi saat ini. Dia mengatakan dukungan warga ke Prabowo-Sandiaga tersebut bisa jadi disebabkan karena program perbaikan ekonomi yang ditawarkan.

"Karena ada semangat perubahan, mereka ingin merubah nasib jadi lebih baik di mana saat ini ekonomi lagi sulit, kesenjangan antara kaya miskin tinggi, lapangan pekerjaan susah, harga bahan pokok sulit terjangkau, ini yang ingin buat masyarakat ingin berubah. Sehingga masyarakat di mana-mana semangat ganti presidennya kuat, termasuk di acara haul itu yang dihadiri begitu massa," jelasnya.

Acara haul ini sendiri turut dihadiri oleh Sandiaga yang merupakan cawapres pendamping Prabowo. Namun, kehadiran Sandiaga berbeda hari dengan peristiwa Habib Luthfi terlihat memarahi warga yang berteriak 2019 ganti presiden.

"Habib Luthfi datang hari Minggu, Sandi datang hari Sabtu, jadi nggak ketemu. Kalau Habib Luthfi tidak setuju (dengan kehadiran Sandiaga), pasti tidak akan datang ke haul. Beliau pun marah karena tidak mau acara haul dikotori dengan politik," kata Habib Ali bin Hasan Al Habsy, Senin (31/12).

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...