logo

25/01/19

Gonta-ganti Kapolda Metro Jaya, Kasus Novel Baswedan Harus Diungkap, Kalau Tidak Jadi Hutang Seumur Hidup Polri

Gonta-ganti Kapolda Metro Jaya, Kasus Novel Baswedan Harus Diungkap, Kalau Tidak Jadi Hutang Seumur Hidup Polri

NUSANEWS - Pergantian Kapolda Metro Jaya dari Irjen Idam Azis ke Irjen Gatot Eddy Pramono dianggap tak akan memberikan solusi terhadap kasus Novel Baswedan.

Malah rotasi dan mutasi tersebut dinilai sebagai penumpukan hutang polri terhadap kasus-kasus yang belum terungkap.

Demikian disampaikan Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto saat dihubungi Pojoksatu, Jumat (25/1/2019).

Bekto menyatakan, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan itu adalah hutang Polri yang harus segera dilunasi.

“Kasus NB harus dapat diungkap Polri. Kalau tidak dapat diungkap akan terus menjadi hutang Polri,” ucap Bekto.

Menurut Bekto, Polri harus bergerak cepat mengumpulkan barang bukti. Pasalnya, dalam kasus Novel sudah dua kali pergantian Kapolda.

Namun, Polri juga tak kunjung menuntaskannya.

“Ini masalahnya bukan pada siapa Kapolda tetapi cukup atau tidaknya alat bukti,” ungkap Bekto.

Sementara Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane tidak terlalu yakin dengan pergantian Kapolda baru akan berdampak terungkapnya pelaku dan otak teror terhadap Novel.

“Kalau kasus Novel, siapa pun Kapoldanya, sepertinya kasus Novel sulit terungkap,” ucap Neta.

Neta menyebut, ada sejumlah alasan yang mendasari hal itu. Salah satunya adalah minimnya barang bukti yang ditemukan penyidik.

Selain itu, saksi-saksi juga masih tidak terlalu kuat terkait akan terungkapnya kasus tersebut.

“Biasanya, kalau barang bukti dan saksinya minim akan sulit diungkap. Apalagi jika pelakunya orang iseng dan bukan bagian dari jaringan kejahatan sulit diungkap,” imbuh Neta.

Sebagaimana diketahui, sudah dua kali masa pergantian Kapolda Metro Jaya belum juga terungkap kasus penyiraman Novel Baswedan.

Dari masa kepemimpinan Komjen Muhammad Iriawan hingga Irjen Idham Aziz yang kemudian digantikan Irjen Gatot Eddy Pramono.

Sementara Idham mengisi jabatan barunya sebagai Kabareskrim Mabes Polri belum juga terungkap kasus tersebut.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...