logo

26/01/19

Fakta-fakta Tabloid Indonesia Barokah vs Obor Rakyat, Disebar ke Pesantren dan DKM Jelang Pilpres

Fakta-fakta Tabloid Indonesia Barokah vs Obor Rakyat, Disebar ke Pesantren dan DKM Jelang Pilpres

NUSANEWS - Masih ingat tabloid Obor Rakyat? media cetak sempat heboh jelang Pilpres 2014 hingga pemimpin redaksinya berakhir di penjara.

Kini, jelang Pilpres 2019 muncul Tabloid Indonesia Barokah yang disebar ke sejumlah pesantren dan DKM.

Tidak hanya itu, Tabloid Indonesia Barokah bahkan disebut disebar ke rumah-rumah warga.

Tabloid ini tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Tribunjaba.id tentang Tabloid Indonesia Barokah.

1. Pengirim Paket Misterius

Tabloid Indonesia Barokah dikirim secara misterius melalui kantor pos.

Paket tersebut tercatat dikirim dari Bekasi.

Di Tasikmalaya, tujuan pengiriman ditujukan pada pondok pesantren dan DKM masjid.

Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah membuat warga resah.

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah (istimewa)

Keresahan ini dirasakan pula warga Kabupaten Tasikmalaya yang juga menerima tabloid tersebut.

Hal ini disebabkan tabloid itu tiba-tiba dikirim tanpa dipesan.

Di Kabupaten Tasikmalaya ada lebih dari 3 ribu ekslampar yang beredar.

2. Bawaslu Turun Tangan

Akibat beredarnya Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Kota Tasikmalaya langsung turun tangan.

Mereka menemukan 842 paket Tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, sudah ada 99 paket yang telah dikirim ke alamat tujuan.

Akhirnya, Bawaslu pun meminta pihak Kantor Pos untuk menunda pengiriman selama 14 hari.

"Saat ini kami lapor ke Bawaslu Jabar, kemudian tengah dalam pengkajian terlebih dahulu nanti status hukumnya seperti apa," kata Ijang Jamaludin, Ketua Bawaslu Tasikmalaya kepada wartawan Tribunjabar.id.

Ratusan paket berisikan Tabloid Indonesia Barokah siap edar ditemukan di Kantor Pos Kota Tasikmalaya, Rabu (23/1/2019) siang. (Tribun Jabar/Isep Heri)

3. Diduga Kampanye Hitam

Isi dari Tabloid Indonesia Barokah memunculkan dugaan kampanye hitam jelang Pilpres 2019.

Dari sampul tabloid tertulis beberapa judul artikel, seperti 'Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?' dan 'Agenda Hizbut Tahrir Melawan Negara, Bangsa'.

Kemudian, seperti yang dimuat Kompas, ada pula judul artikel 'Obor Rakyat, Asal Usul Fitnah Jokowi dan Antek Asing' dan Khawarij Awak Radikalisme Atas Nama Islam'.

4. Dilaporkan Timses Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Timses Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melaporkan Tabloid Indonesia Barokah melalui jalur hukum.

Hal ini disebabkan isi dari tabloid tersebut yang dianggap tendensius dan menyudukan capres dan cawapres nomor urut 2.

Selain itu, identitas dari Tabloid Harian Barokah pun disebut tak jelas.

"Kami sudah laporkan pada pihak yang berwajib, karena tabloid-tabloid itu isinya tendensius dan juga tidak jelas penerbitannya," ujar Sufmi Dasco, Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional paslon nomor 2, dikutip dari Kompas.

Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri). (kompas)

Pihaknya meminta Bawaslu untuk menyelediki seluruh konten Tabloid Indonesia Barokah yang disebut fitnah.

Kemudian, pihak akan melaporkan redaksi tabloid itu ke Dewan Pers.

Apa bedanya dengan Obor Rakyat?

Isi Tabloid Indonesia Berkah dinilai hampir sama dengan tabloid Obor Rakyat.

"Namun kali ini ke lawan, kalau dulu ke petahana dan kelihatannya mengarah pada salah satu calon. Namun, kita tidak bisa men-judge itu dari petahana atau siapa pun karena tidak jelas. Tapi di situ juga memuat 212 dan yang lainnya," kata Marlan, Ketua DKM Al Fathu Kabupaten Bandung yang sudah mengecek konten tabloid itu, kepada wartawan Tribunjabar.id.

Melansir dari Kompas, tabloid Obor Rakyat pun disebarkan ke sejumlah masjid dan pesantren di Pulau Jawa.

Di dalamnya, ada konten yang menyebutkan Joko Widodo alias Jokowi kaki tangan asing, sekaligus keturunan Tionghoa.

Akibatnya, Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setyardi dan Redaktur Pelaksana H Darmawan Sepriyosa pun dibekuk pihak kepolisian.

Sehari sebelum pemungutan suara, warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014). (KOMPAS.com/ Ahmad Winarno)

Mereka ditangkap di lokasi terpisah, pada 8 Mei 2018 oleh tim intelijen Kejari Jakarta Pusat.

Keduanya mendapatkan hukuman depalan bulan penjara karena perkaca pencemaran nama baik terhadap Jokowi.

Kini, Obor Rakyat diakui Setriyadi akan terbit kembali.

Hal ini disampaika Setriyadi setelah bebasa dari penjara.

"Insya Allah Obor Rakyat akan kembali terbit dalam waktu dekat, saat ini saya bersama dengan rekan saya sedang mempersiapkan terbit kembali Obor Rakyat," kata Setriyadi dikutip dari video Kompas TV, seperti yang dilansir Kompas.com.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...