logo

10/01/19

Drama Wisnu Wardhana, Palsukan KTP hingga Tabrak Motor Jaksa

Drama Wisnu Wardhana, Palsukan KTP hingga Tabrak Motor Jaksa

NUSANEWS - Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Wisnu Wardhana menjadi sorotan setelah drama penangkapannya oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berlangsung dramatis pada Rabu (9/1).

Wisnu disergap tim dari kejari untuk dieksekusi sebagai terpidana dalam kasus korupsi pelepasan aset Badan Usaha Milik Daerah Jawa Timur.

Kepala Kejari Surabaya, Teguh Darmawan mengatakan dalam upaya pelariannya, Wisnu sempat memalsukan kartu identitas KTP untuk mengelabui petugas selama tiga pekan terakhir.

"Terpidana sempat memalsukan KTP dalam proses pelariannya yang masuk dalam daftar pencarian orang," kata Teguh seperti dikutip dari Antara Rabu (9/1).

Selama tiga pekan tersebut, kata Teguh, pihaknya pun mengupayakan memastikan keberadaan Wisnu serta membuntutinya untuk disergap.

"Baru setelah itu kami mendapatkan informasi pasti dan dilakukan penangkapan terhadap terpidana Wisnu Wardhana di Jalan Kenjeran tepatnya di depan gang Jalan Lebak Jaya II," katanya.

Penyergapan itu akhirnya berhasil dilakukan Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Wisnu sempat berupaya kabur dengan memacu gas mobil lebih kencang. Namun, kendaraan roda empat yang dinaikinya terhalang sepeda motor tim jaksa yang diletakkan melintang menghalang.

Pengemudi mobil itu malah nekat mencoba menabrak motor tersebut, namun kendaraan roda dua itu tersangkut pada bagian kolong sehingga ia mengalami kebuntuan.


Usai ditangkap, terpidana kemudian digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menjalani beberapa pemeriksaan kelengkapan dokumen sebelum dibawa ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo.

"Terpidana akan menjalani hukuman selama 6 tahun sesuai dengan putusan Mahkamah Agung terkait dengan kasus pengalihan aset PT PWU Jatim," katanya.

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1085 K/Pid.sus/2018 tanggal 24 September 2018. Dalam putusan itu, Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan penjara, serta mewajibkan Wisnu Wardhana membayar uang pengganti sebesar Rp1.566.150.733, subsider tiga tahun penjara.

Putusan Mahkamah Agung tersebut jauh lebih berat dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada April 2017 lalu yang memvonis Wisnu 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, serta uang pengganti senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan Pengadilan Tinggi Jawa Timur malah hanya menjatuhkan vonis satu tahun penjara.

Dalam perkara tersebut, Mahkamah Agung menyatakan Wisnu terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp11 miliar atas pelepasan aset BUMD Jatim di wilayah Kediri dan Tulungagung pada tahun 2013.

Perkara ini sebelumnya juga telah menyeret Direktur Utama PT PWU Dahlan Iskan yang oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pernah divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta. Dahlan Iskan yang menjalani tahanan kota, kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Kejati Jatim telah mengajukan kasasi atas perkara yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu dan saat ini masih sedang menunggu putusan Mahkamah Agung.


Dicopot Sebagai Sekretaris DPW Relawan Jokowi

Akibat kasus yang menjeratnya, secara politik Wisnu Wardhana dinyatakan telah dicopot dari posisinya sebagai Sekretaris DPW Relawan Jokowi (Rejo) Jawa Timur.

"Kami pasti bersikap dan segera mencari penggantinya di tim relawan," kata Ketua DPW Rejo Jatim Kelana Aprilianto, Rabu (9/1).

Rejo merupakan sukarelawan pendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Selain menjabat sekretaris di Rejo, Wisnu Wardhana diketahui pula sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jatim dari Partai Hanura nomor urut 1 mewakili Daerah Pemilihan 3 (Kabupaten/Kota Pasuruan dan Kabupaten/Kota Probolinggo).

Dengan adanya kasus ini, kata Kelana, pencalegan Wisnu Wardhana tidak akan diteruskan dan telah ada konfirmasi persetujuan untuk pencoretan nama yang bersangkutan.

"Karena sekarang sudah masuk dalam daftar calon tetap (DCT), prosesnya segera kami bahas secara internal," kata pria yang juga Ketua DPW Partai Hanura Jatim tersebut.

Sementara itu, terpisah eks Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Maruli Hutagalung mengatakan rakyat mengapresiasi atas keberhasilan tim Kejari menangkap Wisnu Wardhana.

"Rakyat bangga dengan kiprah Kejati Jatim dan tim Kejari Surabaya yang tadi langsung dipimpin Pak Teguh Darmawan (Kajari Surabaya), yang sangat tegas dalam memburu koruptor," ujar Maruli di Surabaya.

Aksi penangkapan Wisnu Wardhana, kata Maruli, menyita perhatian publik. Lantaran bak adegan di film laga, di mana terjadi kejar-kejaran antara tim intelijen kejaksaan dan Wisnu di wilayah Kenjeran, Surabaya

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...