logo

07/01/19

Demokrat Jelaskan Maksud Dua Anggota TNI yang Bantu Andi Arief

Demokrat Jelaskan Maksud Dua Anggota TNI yang Bantu Andi Arief

NUSANEWS - Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terlibat 'twitwar' dengan akun resmi TNI Angkatan Udara, karena salah satu unggahannya yang dianggap menyeret nama matra berbaju loreng tersebut. Melalui akun resminya, Andi mengaku pernah meminta bantuan dua anggota TNI untuk mengecek kasus hoax tujuh kontainer surat suara telah tercoblos.

Dari pernyataan ini, TNI AU pun meminta klarifikasi ihwal siapa anggota TNI yang dimaksudkan oleh Andi tersebut. Sebab, institusi yang dikomandoi oleh marsekal Hadi Tjahjanto itu harus netral dalam pemilu. Namun, saat itu Andi tegas menolak.

"Kalau saya gak jawab, itu hak saya. Kalau masih memaksa, tanya sama tembok. Biar saya main gasing," kicaunya kepada akun twitter TNI AU.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahean menilai akun resmi TNI AU terlalu reaktif kepada Andi Arief. Dia pun menjelaskan ihwal siapa matra TNI yang dimaksudkan kadernya tersebut.

"Sebetulnya terlalu reaktif akun TNI AU itu terlalu reaktif dan genit. Dia harus tau kita ini orang sipil, banyak sekali berteman dengan kawan-kawan dari tentara dan polisi. Dimana mana kita berteman," kata Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Senin (7/1).

Kondisinya, Andi hanya ingin bertanya ihwal benar atau tidaknya informasi mengenai adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos masuk dari Tanjung Priok. Saat itu, Andi pun mencari kebeneran informasi melalui orang yang disebut temannya tersebut.

"Namanya berteman, kadang-kadang kita bertanya, apalagi kondisi kemarin. Andi arief itu punya banyak teman tentara, jangankan sersan, jenderal pun dia banyak teman. Tetapi dalam konteks pertemanan ini dia cari kebenaran, dia kontaklah temannya yang tentara mungkin tahu. 'woi bro, tahu nggak ada kabar (tujuh kontainer surat suara tercoblos) ini beredar?'," katanya.

Jadi, bukannya tentara ini mengetahui peristiwa lalu menginformasikan ke andi arief lalu menyembunyikannya. Ini tidak demikian," sambungnya.

Atas dasar itu semua, Ferdinand menilai akun resmi TNI AU itu tidak pantas untuk menyampaikan hal tersebut di hadapan publik. Dia pun meminta seluruh pihak untuk berhenti dalam perdebatan tersebut.

"Sesuatu yang tidak pantas dari akun resmi yang disampaikan sebuah lembaga negara. Itu tidak patut dilakukan. Kita sudahi perdebatan ini, mari sama sama mencari kebenaran dibalik sebuah isu. Supaya, bangsa kita demokrasinya menjadi selamat," pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...