logo

20/01/19

Comot Ma'ruf Amin, Cak Anam: Jokowi Tidak Mau Dengar Suara Ulama NU

Comot Ma'ruf Amin, Cak Anam: Jokowi Tidak Mau Dengar Suara Ulama NU

NUSANEWS - Presiden Joko Widodo tidak mau mendengarkan suara para ulama Nahdlatul Ulama terdahulu. Sebab, dia tetap mencomot KH Ma’ruf Amin yang menjabat Rais A’am NU sebagai calon wakil presiden.

Atas tindakan itu, Ketua Dewan Penasihat PB Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN), Choirul Anam menilai NU sebagai ormas keagamaan kini mengalami kerugian besar. 

"Saya katakan ‘dicomot’ karena capres Jokowi tidak mau mendengar suara para ulama NU terlebih dulu. Juga tidak mau mempertimbangkan aturan main yang ada di NU, yang melarang Rais Aam mencalonkan diri dan dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik apapun,” ujarnya, Sabtu (19/1).

Cak Anam, sapaan akrabnya, dampak dari ulah Jokowi besar. Sebab sampai saat ini pimpinan tertinggi NU (Rais Aam) menjadi kosong setelah Ma’ruf kini dipindah sebagai mustasyar atau penasihat PBNU.

"Memang, Kang Said (Kiai Said Aqil Siroj) mencoba mengangkat Wakil Rais Aam (KH Miftakhul Akhyar) menjadi Pejabat Rais Aam. Tapi itu tidak ada aturannya dalam AD/ART NU. Tidak ada pasal yang membolehkan Wakil Rais Aam menggantikan Rais Aam yang tukar tempat ke mustasyar,” jelas mantan Ketua GP Ansor Jatim ini seperti dikutip RMOLJatim.

Cak Anam mencontohkan, posisi Rais Aam bisa diganti jika berhalangan tetap. Artinya yang bersangkutan meninggal dunia, seperti yang terjadi di zaman Rais Aam KH Bisri Syansuri dan Rais Aam KH Sahal Mahfud.

"Jadi, kalau sekarang Kiai Mif diangkat menjadi pejabat Rais Aam, itu sama halnya mengakali aturan yang tertera dalam ‘kitab suci’ jam’iyah NU,” urainya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...