logo

20/12/18

Video Wali Kota Tri Rismaharini Murka, Usir Semua Mobil PMK dari Jalan Gubeng “Keluar Bronto. Bronto Keluar!”

Video Wali Kota Tri Rismaharini Murka, Usir Semua Mobil PMK dari Jalan Gubeng “Keluar Bronto. Bronto Keluar!”

NUSANEWS - Kedatangan Wali Kota Surabaya ke lokasi amblesnya Jalan Gubeng, Kamis (20/12/2018) membuat semua petugas dan anak buahnya kalang kabut.

Pasalnya, meski berada di atas kursi roda, perempuan Wali Kota pertama dalam sejarah Kota Pahlawan itu langsung marah-marah sesaat setelah turun dari mobil dinasnya.

Tak hanya itu, Risma juga langsung mengusir semua mobil pemadam kebakaran yang diparkir di dekat lokasi amblesnya salah satu jalan protokol di Kota Surabaya itu.

“Mobil PMK sebaiknya keluar. Jangan semua disitu,” perintahnya dengan nada tinggi.

Menurut Wali Kota yang membawa Surabaya meraih ratusan penghargaan Internasional itu, beban berat mobil PMK itu malah akan membayakan.

“Ini tambah bronto disitu. Berat-berat! Keluar bronto! Bronto keluar!” pekiknya.

Sontak, semua petugas dan anak buahnya pun dibuat kalang kabut melihat kemurkaan Risma yang datang untuk kedua kalinya itu.

“Tolong DT (dump truck) yang sudah selesai keluar. DT yang kosong keluar,” perintahnya.

Ia lantas memerintahkan truk pasir untuk mendekati lokasi.

“Truknya suruh masuk, mobil PMK-nya keluar. Ayoo keluar…keluar!” teriak Risma.

Saat truk pembawa pasir masuk, Risma pun kembali mengeluarkan perintahnya.

“Satu-satu. Berhenti dulu, satu-satu. Berhenti, hooopp…hoooppp,” kata Risma di atas kursi roda ditambah aba-aba tangan.

Risma kemudian memanggil petigas Dishub dan Satpol PP.

“Ini bebannya ndak boleh tinggi. Jadi kamu atur, yang masuk kesana satu, berhenti disini,” ucap Risma memberikan instruksi kepada para petugas.

Setelah itu, ia juga memberikan perintahnya melalui handy talkie (HT) yang tak pernah lepas dari tangannya.

“Siapa yang menyuruh bronto (mobil damkar) kesini itu loh. Ini kan nambahi beban berat. Bronto balik, bronto balik, bukan kebakaran kan,” perintahnya melalui HT.

Kepada wartawan Risma menjelaskan alasannya menyuruh mobil PMK menjauhi lokasi.

Menurutnya, beban moil PMK cukup berat dan hanya akan menambah beban jalan yang bisa berakibat jalan ambles lagi.

“Kalau saya tidak menyuruh pergi kan bahaya sekali. Ya yang begini-begini ini membuat saya datang harus mengoreksi,” jelasnya.

Bahkan, Risma pun menarget perbaikan jalan di salah satu jalan protokol di Kota Surabaya itu harus tuntas dalam seminggu ke depan.

Malah kalau bisa, tuntas dalam lima hari.

“Kalau nggak begitu (diawasi) nggak cepet-cepet nanti. Padahal aku janji seminggu kelar. Tapi saya usahakan sebelum seminggu. Kalau bisa, lima hari,” imbuhnya.

Perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur itu memperkirakan, setidaknya membutuhkan 1.800 truk pasir untuk menutup jalan yang ambles.

Banyaknya kebutuhan pasir membuat proses penutupan lubang tidak bisa selesai dalam lima hari. Apalagi, kapasitas truk pasir per hari diperkirakan hanya 200 unit.

“Awalnya saya kira 600 truk. Kalau itu (600 truk), bisa selesai lima hari,” tuturnya.

Berikut video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini murka dan mengusir mobil PMK dari Jalan Gubeng:




SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...