logo

23/12/18

Tsunami Telan 222 Korban Jiwa, Pantai Anyer Tetap Diserbu Wisatawan

Tsunami Telan 222 Korban Jiwa, Pantai Anyer Tetap Diserbu Wisatawan

NUSANEWS - Sehari setalah tsunami melanda Banten, ribuan wisatawan dari Jakarta dan Jawa Barat tetap memadati pantai Anyer, Banten. Mereka seakan tak terpengaruh dengan tsunami yang telah menewaskan 222 korban jiwa.

Pantauan pojokbanten.com, ribuan wisatawan memadati sejumlah objek wisata di Anyer Serang, seperti pantai Pasir Putih dan Pantai Sambolo.


Di Pantai Pasir Putih misalnya, ratusan pengunjung tetap mandi di pantai sambil menikmati deburan ombak. Mereka larut dalam keceriaan, seolah tak pernah terjadi tsunami di wilayah tersebut.

Selain itu, ada pula ratusan pengunjung yang mengadakan acara keluarga pinggir pantai. Sebagiannya lagi mengikuti acara gathering.

Pedagang di Pantai Pasir Putih, Desy Asmawati (25) mengatakan, meski kondisi cuaca kurang bersahabat, wisatawan tetap antusias berkunjung di Pantai Pasir Putih.

Suasana di Pantai Anyer Serang pasca tsunami, Minggu (23/12)

Aktivitas warga setempat juga berjalan normal. Mereka tiak trauma dengan tsunami melanda Anyer tadi malam. Warga kembali berjualan di pantai untuk melayani para wisatawan.

“Alhamdulillah sekarang sudah normal lagi. Tadi malam kita semua panik. Kami mengungsi ke gunung. Tapi hari ini sudah normal lagi. Warga kembali berjualan karena banyak wisatawan yang berkunjung,” ucap pedagang di Pantai Pasir Putih, Desy Asmawati (25).

Kendati demikian, lanjut Desy, pengunjung hari ini tidak sebanyak hari-hari libur sebelumnya.

“Dulu kalau hari libur begini pasti ramai banget. Sekarang agak menurun. Mungkin banyak yang takut datang karena tadi malam ada tsunami,” tambah Desy.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal akibat tsunami Banten terus bertambah. Sampai hari ini pukul 16.00 WIB, tercatat korban meninggal sudah mencapai 222 jiwa.

Selain 222 korban meninggal, pihaknya juga mencatat 843 orang mengalami luka-luka dan 28 lainnya dinyatakan hilang alias belum ditemukan.

Sementara, berdasarkan catatan, sebanyak 556 unit rumah mengalami kerusakan. Sembilan hotel rusak berat, 60 warung tersapu, 250 kapal dn perahu rusak.

“Tidak ada korban warga negara asing, semua warga Indonesia,” tutur Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (23/12).

Tsunami menerjang empat wilayah sekaligus. Yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tenggamus.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...