logo

01/12/18

Tommy Perintahkan Tuntut Politikus PDIP

Tommy Perintahkan  Tuntut Politikus PDIP

NUSANEWS - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tak terima dan tidak rela Soeharto, Presiden ke-2 RI sebagai guru korupsi. Untuk itu, Tommy menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk menuntut politisi PDIP yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ahmad Basarah ke Polri.

Tommy menegaskan, pernyataan mengenai ayahnya itu sama sekali tidak berdasar dan terbalik. Ia mengklaim, kasus korupsi di Indonesia marak justru mulai terjadi pada era reformasi hingga kekinian.

"Pada zaman Orde Baru itu korupsi paling banyak puluhan. Tapi selama reformasi ini sudah ratusan orang kena operasi tangkap tangan. Harusnya yang namanya reformasi itu, dari yang jelek menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik. Tapi nyatanya kita akan terjerumus pada kasus yang makin parah," kata Tommy Soeharto dalam acara pengukuhkan sayap organisasi Partai Berkarya, di Hotel Mirah, Kota Bogor, Jumat (30/11/2018).

Sebelumnya, Ahmad Basarah, politikus PDIP sekaligus Juru Bicara Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin, menyebut Presiden kedua Soeharto yang merupakan penguasa otoriter Orde Baru adalah guru korupsi.

Cap tersebut disematkan Basarah terhadap Soeharto sebagai tanggapan ucapan kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga yang menyebut korupsi di Indonesia sudah stadium 4 alias akut.

Terkait instruksi dari Tommy untuk menuntut politikus PDIP tersebut, Ketua Umum Laskar Berkarya Aldi Rizki Napitupulu menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi tersebut.

“Dalam waktu dekat, Laskar Berkarya  akan melaporkan pernyataan elite PDIP tersebut ke polisi atas tindakan pencemaran nama baik.

“Kami akan membentuk tim advokat, untuk melakukan tindakan hukum. Selain itu, berkoordinasi dengan Partai Berkarya juga," ujar Napitupulu.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...