logo

03/12/18

Timses Jokowi-Ma’ruf: Publik Mesti Tahu Habib Bahar Tak Pantas Jadi Keturunan Nabi

Timses Jokowi-Ma’ruf: Publik Mesti Tahu Habib Bahar Tak Pantas Jadi Keturunan Nabi

NUSANEWS - Habib Bahar bin Ali bin Smith menolak untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena telah menyebutnya ‎sebagai banci.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan Habib Bahar yang tidak ingin meminta maaf telah membuktikan dia adalah pribadi yang sombong.

“Itu mestinya meminta maaf, tapi kalau tidak itulah bentuk kesombongan dan kecongkakan dari seorang Habib Bahar,” ujar Karding saat dihubungi, Senin (3/11).

Namun demikian, Karding kembali lagi menyerahkan kepada Habib Bahar ingin meminta maaf atau tidak. Tapi menjadi satu cacatan ke publik yang disampaikannya dia adalah tindakan tercela.

“Publik mesti tahu apa yang dia lakukan terhadap kepala negara adalah tindakan tercela, tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh orang yang menyebut dirinya sebagai keturunan rasul,” katanya.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku dirinya tumbuh dan berkembang di organiasasi Islam. Selama itu, dia tidak pernah diajarkan melakukan ujaran kebencian, cacian dan makian. Terlebih Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah berdakwah dengan cara-cara kasar seperti itu. Tetapi dengan ramah, lembut dan kasih sayang.

“Jadi bukan provokasi hinaan, cacian, ujaran kebencian dan mengkafir-kafirkan orang lain, itu tidak ada dalam contoh-contoh rasulullah dan sahabat-sahabatnya,” ungkapnya.

Sebelumya, Habib Bahar bin Ali bin Smith sempat curhat atas kasus yang menjeratnya sebelum menutup pidato di acara Reuni Akbar 212, di Monas, Jakarta, Minggu (2/12). Adapun sebelumnya dia dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga menghina Presiden Jokowi.

Bahar mengatakan kalau dia dilaporkan karena menyebut Presiden Jokowi banci dan berjanji palsu. Dia lantas melontarkan alasannya.

“Sedikit saya jawab, mungkin banyak bertanya, kenapa saya katakan Presiden Jokowi banci? Pertama karena aksi 411, ribuan ulama dan habaib berkumpul di istana, justru para ulama dan habaib diberondong pakai gas airmata. Presidennya kabur,” kata Bahar di atas panggung.

Kalau dianggap pernyataannya itu kesalahan dengan melihat fakta yang ada, Bahar mengaku tidak akan pernah minta maaf.

“Saya lebih memilih busuk di dalam penjara, Allahu Akbar. Kalau saya ditangkap, berjanjilah, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan. Siap teruskan perjuangan? Siap teruskan perjuangan? Allahu Akbar,” tegas Bahar.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menerima laporan terhadap Habib Bahar bin Ali bin Smith atas ucapannya yang dianggap menghina Presiden Jokowi. Laporan tersebut didaftarkan oleh seorang bernama La Kamarudin pada Rabu kemarin (28/11).

Dia diduga melanggar Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Habib Bahar diduga melanggar pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45 A ayat 2 UU RI No.19 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo. Pasal 16 UU RI No. 40 Th. 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Ernis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...