logo

01/12/18

Ternyata Ini Inspirasi Anies Ganti Nama OK Otrip Jadi Jak Lingko

Ternyata Ini Inspirasi Anies Ganti Nama OK Otrip Jadi Jak Lingko

NUSANEWS - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengganti nama program One Karcis One Trip (OK Otrip) dengan nama Jak Lingko, yang artinya Jakarta Berjejaring. Program ini diharapkan dapat menjadi induk dari integrasi transportasi publik di Jakarta.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan melalui Jak Lingko maka bus kecil, medium, besar berjejaring akan terintegrasi dengan transportasi massal berbasis rel seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan commuterline serta transportasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT) seperti Transjakarta.

"Sesuai dengan arti kata Lingko sendiri diambil dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu jaring laba-laba. Maka diharapkan sistem transportasi di Jakarta tersambungkan satu sama lain menjadi satu jejaring yang saling terintegrasi," ungkap Anies dalam keterangan tertulis. Sabtu (1/12/2018).

Anies menambahkan, mulai dari transportasi moda angkutan umum massal jenis mikro bus, medium, besar, Light Rail Transit (LRT) , Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) semuanya akan tersambung menjadi satu sistem transportasi.

Selain itu, karena Jak Lingko meneruskan yang sudah dilaksanakan selama ini melalui program OK Otrip, maka untuk sementara waktu, Jak Lingko berada di bawah tanggung jawab PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

"Tetapi sesudah ada MRT dan LRT, baru kita atur siapa pengelola seluruh moda transportasi massal ini. Sekarang kita serahkan dulu ke PT Transjakarta," kata orang nomor satu di ibu kota tersebut.

Tidak hanya MRT, LRT dan BRT, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggandeng PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam Jak Lingko. Bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022, Pemprov DKI akan membangun elevated loopline.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, telah memperluas jangkauan transportasi dengan membuka rute-rute baru. Sampai Agustus 2018, Transjakarta sudah menjangkau dua pertiga populasi di DKI Jakarta.

"Pada tahun 2015, saat itu layanan kita menjangkau 54% populasi Jakarta dan 42% wilayah Jakarta. Pada tahun ini, kita sudah dapat menjangkau 68% populasi dan 58% wilayah Jakarta. Pencapaian ini kita dapat dengan melakukan perluasan layanan integrasi bus kecil melalui penambahan kerja sama dengan para operator bus kecil secara aktif tergabung Jak Lingko," jelasnya.

Untuk memperluas integrasi antar moda, PT Transjakarta juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT MRT Jakarta terkait Studi Integrasi Transportasi Antarmoda.

Integrasi trasnportasi yang dilakukan, lanjut Agung, tidak hanya dengan PT MRT Jakarta. Melainkan seluruh moda transportasi publik yang ada di Jakarta. Serta tidak hanya terintegrasi dalam satu rute saja. Tetapi juga akan terintegrasi dari tiket dan manajemen atau pengelolaannya.

"Diharapkan, Januari 2019, sudah ada rencana pendahuluan studi integrasi antarmoda tersebut," pungkasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...