logo

22/12/18

Tekan Peredaran Narkoba, Polisi Musnahkan Ribuan Botol Miras

Tekan Peredaran Narkoba, Polisi Musnahkan Ribuan Botol Miras

NUSANEWS - Peredaran minuman keras (miras) semakin mengkhawatirkan. Di antaranya di Kabupaten Jepara. Hal ini tercermin hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan polres selama sepekan. Selama 13-19 Desember, Polres Jepara berhasil menyita ribuan botol miras berbagai merek. Juga ribuan liter ginseng oplosan.

Barang bukti sitaan itu, dimusnahkan di halaman belakang Mapolres Jepara kemarin. Pemusnahan dihadiri Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi beserta unsur Forkopimda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Mashudi, para kepala perangkat daerah, serta pimpinan ormas.

Kabag Ops Polres Jepara Parno merinci, dalam operasi sepekan itu, barang bukti miras berbagai merek yang disita mencapai 8.157 botol. Sedangkan gingseng oplosan mencapai 4.556 liter. ”Barang itu disita dari 29 tersangka yang telah diproses dan disidangkan di Pengadilan Negeri Jepara,” ujarnya.

DIMUSNAHKAN: Ribuan botol miras pabrikan dan oplosan dimusnahkan di halaman Mapolres Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kapolres AKBP Arif Budiman, mengatakan, miras yang dimusnahkan adalah hasil operasi penyakit masyarakat yang dilaksanakan serentak oleh jajaran polsek dan polres dengan cara menertibkan miras ilegal. Operasi ini dilakukan sebagai persiapan kepolisian untuk mendukung Operasi Lilin Candi 2018. Harapannya, masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal dan liburan tahun baru bisa tenang, nyaman, dan kondusif tanpa gangguan keamanan.

Dia berharap, pelaksanaan Cipta Kondisi Operasi Pekat Miras ini, mampu mendukung stabilitas Operasi Lilin Candi 2018. Dia menyebut, informasi keberadaan dan peredaran miras yang telah dihimpun, akan digunakan untuk memutus mata rantai peredaran miras ilegal di Kabupaten Jepara. ”Setiap 4 ribu liter miras yang kami musnahkan, berarti kami telah menyelamatkan 16 ribu warga Jepara dari bahaya peredaran minuman ini,” lanjutnya.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan apresiasinya kepada kepolisian atas hasil operasi ini. ”Saya pikir ini luar biasa, karena dalam enam hari bisa mendapatkan ribuan botol. Tapi ini juga menjadi keprihatinan, karena sampai hari ini masih ada warga Jepara yang tak menyadari bahaya mengonsumsi minuman ini. Bahkan sudah menyasar usia remaja,” katanya.

Pemusnahan juga dilakukan Polres Kudus dengan menghancurkan 972 botol miras. Rinciannya, 181 botol anggur Kolesom, 144 botol anggur merah, 51 botol beras kencur, 3 botol anggur putih, 2 botol anggur Guines kecil, 60 bir bintang besar, 257 bir angker besar, 44 congyang besar, 33 congyang kecil, 103 newport, 19 bir Quines besar, 68 Frost ber, dan 1 bir putih.

Bupati Kudus Tamzil yang hadir dalam pemusnahan ini, mengaku sangat kecewa dengan masih beradarnya miras di Kudus. Sebab, Kudus merupakan kota santri. Apalagi perda pengaturan miras di Kudus nol persen. ”Kami akan revisi sanksinya. Karena masih terlalu ringan. Ke depannya, kita lebih keras lagi dalam memberi sanksi,” ujarnya.

Kepala Polres Kudus Saptono, mengatakan, ke depan akan menjerat para pendiri pabrik miras dengan UU kesehatan. ”Kami akan melakukan upaya-upaya memberantas miras,” ujarnya.

Di Pati, Polres Pati dan Pemkab Pati memusnahkan 5.123 botol miras dari berbagai jenis di depan kantor bupati Pati kemarin. Miras tersebut merupakan hasil razia di wilayah hukum Polres Pati November-Desember. Polres Pati juga telah mempersiapkan ratusan personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, menuturkan, berbagai langkah diupayakan untuk mengantisipasi gangguan keamanan menjelang Natal dan tahun baru. Salah satunya merazia miras di kafe maupun warung kopi.

Sedangkan jenis miras yang dimusnahkan di antaranya anggur merah, congyang Vodka, Jack Daniel, arak putih, ciu, hingga shisky. Pemusnahan miras dilakukan dengan cara diselender dan disiram air supaya tidak terus menimbulkan bau yang khas.

”Miras tersebut hasil dari razia sebelum Ops Lilin Candi 2018 ini. Dari miras yang diamankan, kami juga mengamankan 34 pelaku penjual. 31 di antaranya sudah disidang tindak pidana ringan. Ada satu penjual miras yang dihukum dengan kurungan penjara, karena sudah dirazia berulang kali tak kapok. Lainnya dikenai denda bervariasi,” katanya.

Sementara di Rembang, total ada 1.487 botol miras yang berhasil disita dan dimusnahkan. Miras itu, diperoleh dari beberapa toko-toko, warung kopi, maupun gudang di tempat hiburan. Mereknya bervariasi. Mulai arak (510 botol), anggur Kolesom (331 botol), toak (13 botol), congyang (112 botol), anggur merah (224 botol), anggur Kolesom (106 botol), beras kencur (14 botol), bir bintang (25 botol), Vodka (19 botol), Vodka Iceland (2 botol), Whisky (5 botol), Kilin (118 botol), dan Topi Miring (8 botol).

Pemusnahan dilaksanakan setelah Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ketupat Candi di lapangan selatan Polres Rembang. Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, menyampaikan, kegiatan ini representasi dari wujud tanggung jawab yang diberikan masyarakat untuk menjamin keamanan ketertiban jelang Natal dan tahun baru.

Sedangkan di Grobogan, pemusnahan miras yang dilakukan di Jalan Gatot Subroto Purwodadi atau depan kantor setda. Miras yang dimusnahkan ada 5.500 botol berbagai merek. Rincianya 4.280 botol miras berbagai jenis dan 220 jeriken arak. Ini merupakan barang bukti dari operasi sepanjang Nopember-Desember 2018.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...