logo

06/12/18

Tanggapi Penyerangan KKB Papua, Ferdinand Hutahaean: Jokowi Bukan Pemimpin

Tanggapi Penyerangan KKB Papua, Ferdinand Hutahaean: Jokowi Bukan Pemimpin

NUSANEWS - Pernyataan berbeda terjadi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Polri terkait penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Jokowi menyebut, wilayah tersebut termasuk zona merah alias berbahaya.

Namun, pendapat berbeda justru disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal yang menyebut bahwa daerah itu adalah zona hijau alias aman.

Menanggapi hal itu, Ferdinan d Hutahaean mengaku tak kaget.

Ia menyebut, hal yang demikia itu sudah kerap kali terjadi dalam pemerintahan Jokowi.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat itu kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup PojokSatu.id), Rabu (5/12/2018).

“Saya tidak heran atas perbedaan keterangan. Hal seperti itu biasa terjadi,” katanya.

Dari kedua keterangan itu, lanjut Ferdinand, dirinya lebih mempercayai Polri ketimbang Presiden.

“Saya meyakini yang benar kepolisian. Itu zona aman, bukan zona rawan atau zona merah,” imbuh Ferdinand.

Terkait perbedaan pernyataan Presiden den Polri soal Nduga itu, kata dia, terjadi lantaran kepemimpinan Jokowi lemah.

“Dia (Jokowi) bukan pemimpin, cuma presiden,” tukas Ferdinand.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, anggapan bahwa Presiden tak tegas dalam penganganan peristiwa tersebut dibantah Bambang Wuryanto.

Politisi PDIP itu menyebut, Jokowi justru sangat tegas.

“(Kalau) Orang menilai Pak Jokowi itu penakut, itu salah. Pak Jokowi enggak ada takut-takutnya,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu, Rabu (5/12/2018).

Hanya saja, lanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih melihat ada peluang penyelesaian dengan tanpa memakai senjata.

“Cuma kalau masih bisa dirembug ya dirembug. Itu prinsipnya Pak Jokowi,” lanjutnya.

Anak buah Megawati Soekarnowati itu juga mengaku sangat mengenal dekat dengan karakter Joko Widodo.

Ia menegaskan, karakter asli Presiden itu sejatinya sangat tegas kendati di luar terlihat lemah lembut.

“Pak Jokowi yang berasal dari Solo itu saya kenal kok. Jadi mohon maaf lah beliau itu punya keras kepala yang luar biasa, nih gue yang ngomong,” tegasnya.

Bambang menekankan, instruksi Jokowi sendiri terkait masalah tersebut juga cukup jelas.

Yakni memerintahkan kepada TNI-Polri untuk mengejar para pelaku pembantaian itu.

Malah ia menekankan, karakter Joko Widodo memang sama sekali tak mengenal takut. Terutama jika berkenaan dengan masalah yang menyangkut kedaulatan bangsa dan negara.

“Kalau takut enggak kenal itu orang. Kalau takut ya enggak jadi Presiden. Betul enggak?” pungkasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...