logo

19/12/18

Tanggapan Anies Soal Laporan GNR ke Bawaslu

Tanggapan Anies Soal Laporan GNR ke Bawaslu

NUSANEWS - Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) atas dugaan pelanggaran kampanye di acara Konferensi Nasional partai Gerindra di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

Saat dimintai tanggapan terkait lapoiran tersebut, Anies enggan menanggapinya. "Gak ada tanggapan," singkat Anies di kawasan Monumen Nasional (Monas), Rabu (19/12/2018).

Anies sebelumnya dilaporkan ke Bawaslu atas foto Anies ‘salam dua jari’dan mengindikasikan telah memberikan dukungan kepada salah satu pasangan capres-cawapres nomr urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Kendati demikian, Anies menilai setiap warga negara boleh melaporkan siapa saja, termasuk dirinya. Menurutnya, itu sah-sah saja.

"Gak, gak ada tanggapan. Setiap warga negara boleh melaporkan siapa saja," terangnya.

Anies diduga melanggar aturan kampanye

Seperti diketahui, tersebar video dikalangan wartawan Anies diberi kesempatan berpidato dalam acara konferensi nasional Gerindra, Sentul, Jawa Barat.

Anies yang berpidato dengan memakai batik hitem khas Betawi bermotif Ondel-ondel di acara Gerindra itu secara nyata menunjukkan jarinya yang hanya memmunculkan jari telunjuk dan jempol.

Akibatnya, GNR melaporkan Anies ke Bawaslu karena diduga melanggar pasal 281 ayat 1 UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

"Di hari Senin itu sebagai pejabat publik yang harusnya ada di kantornya, tapi ternyata dia melakukan atau dia alasan diundang oleh Partai Gerindra dalam rakornasnya dia ke Sentul yang notabennya bukan berada di Provinsi DKI Jakarta," kata Agung Wibowo selaku Presidium GNR, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Untuk itu, dia meminta agar Bawaslu memberikan sanksi kepada Anies Baswedan, karena patut diduga berkampanye di hari kerja.

"Setelah membaca UU Pemilu, kami melihat Anies Baswedan diduqa melanggar UU Nomor 7 pasal 281 ayat 1, di mana pejabat publik harus cuti saat kampanye, ini dilakukan Anies Baswedan di hari kerja," ujarnya di Gedung Bawaslu, Selasa (18/12/2018).

Dia menjelaskan, sesuai ketentuan Pasal 281 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dalam pasal 281 Ayat 1 disebutkan kampanye Pemilu yang mengikutsertakan presiden, wakil presiden, gubenur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota, harus memenuhi beberapa ketentuan.

Ketentuan pertama, kata dia, tidak boleh menggunakan fasilitas dalam jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara, sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang- undangan. Ketentuan kedua, menjalani cuti di luar tanggungan negara.

Ketentuan ketiga, cuti dan jadwal cuti dilaksanakan dengan memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Bawaslu harus mengingatkan lah. bawah ini preseden buruk, Anies adalah gubernur DKI Jakarta. Itu sebagai barometer seluruh Indonesia," jelas dia.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...