logo

06/12/18

Simak! Meski Didesak Mundur, Edy Rahmayadi Blak-blakan Takkan Lepas Jabatan Ketum PSSI

Simak! Meski Didesak Mundur, Edy Rahmayadi Blak-blakan Takkan Lepas Jabatan Ketum PSSI

NUSANEWS - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kembali menegaskan bahwa dirinya akan tetap mengemban jabatan sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola Tanah Air tersebut.

Ini diungkapkannya saat momen silaturahmi dengan insan pers, Rabu (6/12/2018) di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Hadir dalam kesempatan terebut, Sekjend PSSI, Ratu Tisha.

Pernyataan tersebut, sekaligus keinginan Edy agar jangan ada lagi yang mempertanyakan apakah dirinya akan mundur, meski desakan dengan tagar #Edyout terus marak.

“Sampai titik darah penghabisan saya akan laksanakan tugas amanat rakyat PSSI utuk berkibar di nusantara,” tegasnya.

“Mengapa perlu saya bicara dalam silaturahmi ini, karena sudah 90 kali telepon, jumpa (media) ingin menanyakan tentang PSSI. “Kan susah jawabnya, capek jawabnya, makanya saya beritahukan sekarang, jangan tanya-tanya lagi,” lanjutnya.

Dia menjelaskan hingga detik ini tidak ada aturan dalam statuta FIFA yang dilanggarnya terkait rangkap jabatan baik Ketum PSSI, Gubenur Sumatera Utara dan Pembina Klub PSMS.

“Saya mundur jika melanggar statuta FIFA. Saat saya mau jadi gubernur di sini, saya mengajukan cuti ke FIFA. Apa jawaban FIFA? Tak ada dalam aturan FIFA tentang cuti. Saya bingung, ya udahlah yang penting saya tak mau mengikutkan kepentingan pribadi dengan PSSI,” ujarnya.

Dia juga mengisahkan ketika disumpah oleh Presiden RI saat pertama kali bertarung menjadi Ketum PSSI, dia bersedia lantaran tak ingin disangkutpautkan dengan politik. “Satu bukan saya jadi Ketua PSSI, sudah diancam orang saya, disuruh turun sampai sekarang,” tukasnya.

Dia juga menceritakan soal desakan mundur itu juga terjadi di Sumut lewat penempelan poster di lapangan merdeka. Itu diketahuinya saat bawahannya menangkap seorang anak kecil yang menempel tulisan EdyOut tersebut. “Saya tahu siapa yang nyuruh, karena tak mau ribut saja. Karena saya gubernur, ribut sama orang begitu tak punya akhlak,” katanya.

Edy mengurai, sejatinya sempat ingin mundur. “Niat saya memang turun kok, tapi karena saya ditantang, dan saya cinta sama PSSI. Sampai habis tugas saya, saya tak akan turun. Saya tak mau PSSI ini dibawa ke sana kesini. Enggak! PSSI ini bukan main-main, milik rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dia meyakini tahu siapa yang membuat suporter bergejolak dan memintanya turun. Diapun mengatakan hanya suara voters yang bisa menurunkannya.

“Yang bisa menurunkan saya voters yang diaminkan FIFA. Andai saya mengundurkan diri ke FIFA, nanti kan ditanya kenapa Edy mundur. Tidak ada yang melanggar statuta, oh ternyata karena politik. Buruk nama Indonesia, ini yang saya pikirkan. Saya cinta sama republik ini,” ungkapnya.

Sejak menjadi Ketum PSSI, Edy pun harus menerima menyatakan saat timnas menang dirinya tak disanjung, begitu kalah tagar Edy Out merajalela.

Pun demikian, dia memastikan terkadang sikap, pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulut yang sering kontroversi adalah memang pembawaan dirinya. Tapi dia menjelaskan belum tentu hatinya buruk. “Model saya seperti ini, belum tentu hati saya buruk,” ucapnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...