logo

06/12/18

Sebelum Kerjakan Proyek Di Papua, Lakukan Dulu Budaya Buang Pinang

Sebelum Kerjakan Proyek Di Papua, Lakukan Dulu Budaya Buang Pinang

NUSANEWS - Pembantaian pekerja proyek jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua beberapa waktu lalu dapat dilihat dari dua sisi.

Senator asal Papua Pdt Carles Simaremare mengatakan, sebelum mengerjakan proyek ada baiknya perusahaan kontraktor melakukan budaya buang pinang dulu.

"Perusahaan yang bekerja 27 proyek jembatan itu harus tahu diri. Kadang kala mereka tidak tahu situasi di sana langsung kirim pekerja. Di sana ada budaya buang pinang dulu ke para-para pinang, istilahnya permisi lah ke tokoh-tokoh adat setempat," ungkap Carles saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut dia, cara tersebut merupakan bagian dari pendekatan kepada masyarakat setempat agar pembangunan proyek tidak terhalang dengan hal-hal yang tidak diharapkan.

Carles memang melihat, terjadinya pembantaian itu selain karena kelompok bersenjata namun ada juga hal-hal pendekatan yang harus dipahami oleh perusahaan nasional yang beroperasi di Papua.

Dalam budaya buang pinang, istilahnya makan pinang dan minum kopi bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dalam momen itu, pihak perusahaan harus memberi tahu maksud dan tujuan dari proyek tersebut.

"Nah pendekatan seperti itu harus dilakukan. Kenapa proyek pemerintah kabupaten dan provinsi enggak ada seperti ini? Kenapa barus terjadi di proyek APBN ini?" tutupnya.

Carles sebelumnya menyayangkan adanya kejadian pembantaian terhadap pekerja tersebut. Dia belum tahu pasti berapa korban yang jatuh dari insiden itu karena masih ada simpang siur informasi. [rus]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...