logo

03/12/18

Sampah Terbukti Berserakan: Itu Oknum, Cuma Ikut-ikutan Reuni 212

Sampah Terbukti Berserakan: Itu Oknum, Cuma Ikut-ikutan Reuni 212

NUSANEWS - Aksi reuni 212 yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018) diikuti oleh jutaan peserta aksi.

Massa aksi pun sudah mulai berdatangan sejak Sabtu (1/12) malam. Aksi itu sendiri kemudian disudahi sekitar pukul 11.00 WIB.

Banyaknya peserta aksi yang datang, jelas meninggalkan sampah di kawasan Monas. Jumlahnya pun tak main-main. Sampai dengan lebih dari 200 ton!

Di sejumlah sudut kawasan Monas, sampah pun tampak berserakan.

Bukan hanya di jalanan, tapi juga di trotoar, pedestrian dan ruang terbuka hijau lainnya.

Salah satu tempat yang terdapat banyak sampah berserakan adalah di depan Halte Juanda.

Kebanyakan, sampah yang ditinggalkan peserta aksi reuni 212 adalah sampah plastik dan sisa-sisa makanan serta minuman.

Salah satu massa aksi, Yoga Pangestu (24) menyatakan, sampah yang berserakan dan tinggalkan begitu saja berasal dari oknum tak bertanggungjawab.

“Itu dari oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Mereka, kata Yoga, adalah massa aksi yang tidak tertib dan tidak tahu peraturan aksi sebelum kegiatan berlangsung.

“Kan sebelumnya sudah diberitahukan di selebaran maupun di media sosial. Kita harus tertib dan jangan menyisakan sampah,” jelasnya.

Sebaliknya, Yoga menyalahkan kurangnya tempat sampah di kawasan Monas.

Ia menilai, dengan jumlah massa yang cukup besar, seharusnya disediakan tempat sampah yang juga jauh lebih banyak.

Dengan demikian, sampah yang dihasilkan para peserta aksi bisa langsung dibuang ke tempat sampah, dan tak berserakan di mana-mana.

“Tapi bisa jadi itu tempat sampahnya kurang mas. Kenapa berserakan juga, kan massa banyak yah. Jadi mungkin ketendang sama keinjak-injak,” katanya.

Sementara, massa aksi lainnya, Kemal (23) mengakui bahwa memang masih banyak peserta aksi yang membuang sampah sembarangan selama aksi berlangsung.

Karena itu, ia menyayangkan kelakuan para oknum peserta aksi itu yang tetap membuang sampah sembarangan meski peraturan aksi telah disosialisasikan sebelumnya.

“Itu (oknum membuang sampah sembarangan) paling yang cuma ikut-ikutan saja mas, enggak tahu peraturannya kayak gimana,” ucap Kemal.

Senada dengan Yoga, Kemal juga berpendapat bahwa tempat sampah yang disediakan dalam aksi itu sangat kurang.

“Di lapangan (Monas) juga mungkin kurang tempat sampahnya,” tutupnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut telah mengerahkan 1.000 petugas kebersihan.

Untuk mengangkut seluruh sampah di seluruh kawasan Monas, dibutuhkan waktu setidaknya empat jam lamanya.

“Jam 12.00 WIB tadi kita mengerahkan 1.080 petugas untuk membersihkan kawasan Monas. Dan dalam 4 jam, sudah bersih kembali,” tuturnya saat meninjau Monas usai massa aksi meninggalkan lokasi.

Anies menyebut, pembersihan sampah yang ditinggalkan reuni 212 kali ini lebih cepat.

Selain karena banyaknya personil yang diterjunkan, juga sejumlah sarana dan prasarana yang sengaja difasilitasi oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI.

“Tapi kali ini diperbantukan untuk membersihkan Monas. Monas ini areal keseluruhannya 80 hektar, jadi membersihkan dalam 4 jam relatif cepat,” jelasnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu pun menyatakan tidak ada kerusakan yang berarti usai kegiatan acara yang digelar di kawasan Monas tersebut.

“Tidak ada kerusakan yang signifikan, paling rumput saja yang terinjak. Itu mudah diperbaiki. Semuanya rapih dan tertib,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, pihaknya telah menyiagakan ribuan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah.

Sejak pukul 12.00 WIB usai peserta bubar para petugas langsung membersihkan lokasi.

“Estimasi sampah yang terangkut di kawasan sekitar 217 ton atau 588 meter kubik,” ujar Isnawa pada wartawan Minggu (2/12).

Selain petugas, pihaknya juga menurunkan dukungan sarana dan prasarana untuk membersihkan sampah.

Seperti 13 truk sampah unorganik ditambah 5 typer, 30 kijang, dan 18 unit road sweeper.

Sementara ia merinci petugas kebersihan yang dikerahkan berasal dari Suku Dinas Lingkungan Hidup di lima wilayah masing-masing 100 orang.

Ditambah 200 orang dari UPK Badan Air, 150 PPSU, dan 230 petugas kebersihan Monas. “Total ada 10.80 petugas yang kami kerahkan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah membagikan 10 ribu kantong plastik sampah, 1.200 sapu dan pengki, dan 10 unit bus toilet.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...