logo

24/12/18

Sambut Natal, Rupiah Bisa Menguat Jika Respons Positif Kebijakan AS

Sambut Natal, Rupiah Bisa Menguat Jika Respons Positif Kebijakan AS

NUSANEWS - Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan dapat berpotensi melemah kembali jika tidak adanya sejumlah sentimen yang dapat direspons positif.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, segara teknikal, laju Rupiah secara tren masih berada di sekitar area middle bollinger band, namun terlihat mulai menjauhi ke atas atau dengan kata lain Rupiah kian melemah.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.556-14.540. Pergerakan USD yang masih melemah dalam merespon sentimen internalnya diharapkan dapat menjadi pendorong Rupiah untuk tidak melemah lebih dalam,” ujarnya Senin (24/12).

Reza menjelaskan, Rupiah kembali bergerak melanjutkan pelemahannya. Adanya pelemahan USD sebelumnya tampaknya tidak dapat dimanfaatkan Rupiah sehingga penurunan tidak dapat dihindari.

“Sebelumnya, sebagaimana yang telah dirilis The Fed menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke kisaran 2,25 persen-2,5 persen,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, The Fed juga memproyeksikan dua kali penaikan suku bunga pada 2019 dan satu kali penaikan pada 2020. Pada saat yang bersamaan pelaku pasar melihat adanya potensi pelemahan pada ekonomi AS seiring masih adanya imbas perang dagang dan ditambah dengans sentimen shutdown pemerintahan AS.

Secara sentimen membuat USD melemah. Akan tetapi, kata dia, pelaku pasar terlalu bereaksi berlebihan atas rilis The Fed tersebut.

“Apalagi, tingkat imbal hasil obligasi AS tenor pendek cenderung meningkat dan suku bunga acuan BI juga tetap sehingga akhirnya berimbas pada pergerakan Rupiah,” tandasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...