logo

03/12/18

Rachland: Apa Saja yang Satukan Orang-Orang di Monas? Akal Sehat, Kata Rocky Gerung

Rachland: Apa Saja yang Satukan Orang-Orang di Monas? Akal Sehat, Kata Rocky Gerung

NUSANEWS - Euforia kesuksesan reuni aksi 2 Desember 2016 yang diselenggarakan kemarin, Minggu (2/2), di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, masih terasa hingga hari ini.

Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitter @RachlanNashidik melontarkan pertanyaan tentang motif orang-orang bersatu di Monumen Nasional dan menjawabnya sendiri dengan mengutip pernyataan Rocky Gerung dan Andi Arief.

"Apa saja yang menyatukan orang-orang di Monas? "Akal sehat", kata @rockygerung. "Menghentikan ketidakadilan", kata @AndiArief__ Desakan bagi perlindungan hak-hak sipil dan imparsialitas aparat hukum. Itu menurut saya. Menurut Anda?" kata Rachland Nashidik.

Melalui akun Twitter @rockygerung, Rocky Gerung menulis: "Kecuali soal keadilan, tak ada yang ideologis di Monas. Jangan dungu."

Dalam tweet yang lain, Rocky Gerung berkata: "Kebebasan itu melampaui netralitas."

Sementara Andi Arief menjelaskan analisanya mengenai pa yang menyebabkan orang begitu banyak hadir di Monas.

"Mereka ingin menghentikan ketidakadilan," kata dia.

Mengapa jutaan orang tertib menentang ketidakadilan di Monas? demikian pertanyaan kedua Andi Arief.

"Karena mereka kelas menengah terdidik yang secara ekonomi lumayan. Ini gerakan kelas menengah yang spirit keislamannya naik secara kualitatif. Rakyat kita makin matang berdemokrasi. Syarat jumlah massa bisa saja untuk menekan Presiden mengundurkan diri. Tapi itu tidak dilakukan. Artinya rakyat percaya pemilu sebagai jalan demokrasi," kata dia.

Dugaan PPP

Menurut laporan Antara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menduga pelaksanaan reuni 212 ditujukan untuk mendukung calon presiden Prabowo Subianto.

"Kan kalau bagi kami itu sudah jelas bahwa forum Reuni 212 itu memang dimaksudkan untuk mendukung pencapresan Prabowo. Apakah itu dimaknai sebagai kampanye, ya silahkan masyarakat yang menilai," kata Arsul di Parlemen, hari ini.

Dia mengatakan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin tidak mempersoalkan hal itu karena dikhawatirkan kondisi politik nasional tidak kondusif.

Arsul mengaku tidak mengkhawatirkan aksi tersebut dapat menggerus suara Jokowi-Ma'ruf karena soal elektabilitas merupakan suatu yang dinamis.

"Jadi tidak ada cerita menggerus elektabilitas. Pada umumnya yang berpartisipasi di Reuni 212 itu yang tidak memilih Jokowi, yang sudah dihitung dalam elektabilitas Prabowo," ujarnya.

Dia tetap memuji pelaksanaan reuni 212 yang berlangsung dan lancar meskipun ada kontroversi terkait acara.

Kontroversi itu nenurut dia seperti aroma politiknya begitu kental, unsur kampanyenya juga ada, tapi karena itu sudah selesai, lancar, maka tidak terjadi apa-apa.

"Ya kita syukuri saja, itu sesuatu yang sudah selesai dan berjalan dengan baik, ya sudah kita terima saja," katanya. []

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...