logo

08/12/18

Prabowo: Nasib Bangsa Ada di Pundak Emak-emak

Prabowo: Nasib Bangsa Ada di Pundak Emak-emak

NUSANEWS - Calon Presiden Prabowo Subianto menjelaskan saat ini kesadaran rakyat Indonesia sudah bangkit dalam melihat situasi dan keadaan negara saat ini. Untuk itu ia menegaskan sudah saatnya seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan atau emak-emak, ikut bergerak merebut kedaulatan rakyat kembali pada Pemilu 2019 mendatang.

"Emak-emak punya pengaruh yang sangat kuat bagi lingkungannya, dan yakinkan keluarga dan lingkungan terdekat kalian untuk berjuang menciptakan perubahan. Keselamatan republik di pundak emak-emak, nasib bangsa ini ada di pundak emak-emak," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/12/2018).

Hal tersebut diungkapkan Prabowo di kediamannya, Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prabowo menerima ratusan emak-emak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari beberapa negara di luar negeri.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada kaum perempuan atau emak-emak yang sukarela mendukungnya bersama Sandiaga Salahuddin Uno.

"Terima kasih atas keberpihakan kalian, terima kasih keberanian kalian, terima kasih komitmen kalian, kita bersama menyongsong kemenangan dan perubahan. Dengan dukungan emak-emak saya merasa sangat kuat," ungkap Prabowo.

Di sisi lain, Direktur Saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Prasetyo Hadi juga mengajak seluruh emak-emak ikut berjuang dan berpartisipasi menjadi bagian dari saksi pada Pemilu 2019 mendatang. Sebab menurutnya, semangat dan militansi emak-emak tidak bisa dikalahkan dengan kecurangan atau tindakan yang menciderai proses demokrasi di Indonesia.

"Hanya emak-emak yang bisa menyelamatkan suara kita di TPS, jadi kita harus jaga TPS kita masing-masing, jadilah saksi dan bagian dari kemenangan rakyat Indonesia," ungkap Prasetyo.

Menurut Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Sudaryono, militansi dan semangat emak-emak tidak perlu diragukan lagi dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia. Tetapi, ia sadar, semangat saja tak akan cukup jika tanpa dibarengi tindakan nyata menjadikan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno memimpin Indonesia dalam mewujudkan perubahan, terciptanya keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

"Untuk menjadikan Pak Prabowo dan Pak Sandi menjadi presiden dan wakil presiden maka ada dua metode, yakni yang pertama penggalangan, yaitu mengajak seluruh keluarga dan tetangga, selain itu yang kedua teritorial mengamankan wilayah masing-masing dari DPT palsu alias hantu," tandasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...