logo

20/12/18

Polisi Minta Keterangan Ahli IT Terkait Video Penganiayaan Bahar bin Smith

Polisi Minta Keterangan Ahli IT Terkait Video Penganiayaan Bahar bin Smith

NUSANEWS - Polda Jawa Barat terus mengumpulkan bukti yang menguatkan jika Habib Bahar bin Smith melakukan penganiayaan.

Kali ini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat meminta keterangan dari ahli informasi dan teknologi (IT) untuk mengecek keaslian video penganiayaan terhadap dua remaja yang dilakukan Bahar bin Smith di Bogor awal bulan kemarin.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Bahar melayangkan lututnya ke wajah dan perut seorang remaja laki-laki di sebuah lapangan.

"Penyidik juga meminta keterangan dari ahli IT utk mengecek orisinalitas video tersebut,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Kamis (20/12/2018).

Selain itu, ada juga video yang menampilkan wajah lebam dan berdarah dari korban.

Dalam video itu, Bahar menanyakan alasan mereka meniru dirinya, korban juga terlihat berpenampilan seperti Bahar yakni dengan rambut dicat warna kuning keemasan.

Dedi mengatakan semua video tersebut akan dijadikan alat bukti dan barang bukti di pengadilan.

Kemudian, terkait penahanan Bahar tersebut berdasarkan alat bukti yang ditemukan oleh polisi.

Sebab yang dimaksud alat bukti dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP ialah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

“Bukti-bukti antara lain keterangan dari tujuh saksi, surat hasil visum dari dua korban, pernyataan saksi dan ahli dalam rangka menguatkan pembuktian dari Pasal 184 KUHAP," ucapnya.

Dalam proses penyidikan, lanjut Dedi, membuktikan bahwa Bahar betul melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan penganiayaan.

“Kami menggunakan perspektif penegakan hukum. Ini murni perbuatan melawan hukum dan polisi menemukan dari fakta hukum yang ditemukan di TKP, " tegas Dedi.

Diketahui, Polda Jawa Barat menahan Bahar bin Smith atas kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja yakni MHU (17) dan ABJ (18) di Bogor.

Bahar dijerat dengan pasal 170 KUHP dan/atau 351 KUHP dan/atau Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman penjara di atas lima tahun.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...