logo

19/12/18

Polemik Kotak Suara Kardus, Elite Parpol Harus Percaya KPU

Polemik Kotak Suara Kardus, Elite Parpol Harus Percaya KPU

NUSANEWS - Kurang empat bulan jelang pencoblosan Pemilu 2019, penggunaan kotak suara berbahan karton tebal tahan air atau disebut kotak kardus menjadi heboh. Publik pun termasuk elite parpol diminta percaya kepada Komisi Pemilihan Umum yang merupakan lembaga penyelenggara pemilu.

Politikus Partai Nasdem, Karna Brata Lesmana meminta elite parpol bisa bijak terkait polemik kotak suara kardus. Ia menekankan sebenarnya hal ini tak perlu dibesar-besarkan.

"Pemilu itu pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan penuh suka cita dan gembira. Jangan bikin gaduh, kita harus percayakan ke KPU," kata Karna dalam keterangannya, Rabu, 19 Desember 2018.

Karna menghargai perbedaan pendapat terkait kekhawatiran kotak suara kardus. Namun, ia mengingatkan saat ini yang terpenting adalah wajib mengawal proses pelaksanaan demokrasinya.

Menurutnya, semua pihak dari masyarakat sebagai pemilih, elite partai politik, sampai relawan mesti memberikan andil. Hal ini penting karena Pemilu 2019 digelar serentak dengan rangkaian pileg dan pilpres.

"Kita harus bisa ciptakan pemilu yang jujur, adil, luber atau jurdil. Ini tanggung jawab kita untuk membuat pemilu yang bagus," tutur caleg DPR RI dari dapil DKI Jakarta III itu.

Kemudian, ia juga menambahkan penggunaan kotak suara kardus itu sudah diatur dalam Pasal 341 ayat (1) huruf a UU 7/2017 tentang Pemilu. Merujuk keterangan KPU, penggunaan kotak kardus ini dijamin kuat dan aman.

Apalagi, kata dia, kotak kardus ini juga dibahas KPU dan DPR dengan menimbang model, bahan, ukuran serta spesifikasi. Kemudian, hasilnya seluruh fraksi di DPR sepakat tentang kotak kardus ini.

"KPU sudah mensimulasikan dua opsi kotak suara transparan dan akhirnya mengerucut ke karton kedap air. Semuanya sepakat dan tidak ada yang keberatan yang disahkan oleh DPR," jelas Karna.

Terkait suara kritikan dari tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ia menyampaikan saran. Kata dia, timses harus cerdas dalam menyampaikan pernyataan.

"Partai politik dan timses, ayolah berpikir cerdas dan bersikap dewasa," sebutnya.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...