logo

01/12/18

PDIP: Korupsi Terjadi Karena Ada Kekuasaan dan Kesempatan

PDIP: Korupsi Terjadi Karena Ada Kekuasaan dan Kesempatan

NUSANEWS - Praktik korupsi masih menjadi noda hitam dalam kehidupan bangsa Indonesia. Tak sedikit pejabat negara yang menjadi pasien Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru 2 hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diringkus penyidik lewat operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pariera mengatakan, tindakan korupsi marak terjadi setidaknya karena ada 2 alasan. Yaitu faktor kesempatan dan kekuasaan.

Menurutnya, kekuasaan bukan hanya secara politik saja, tetapi termasuk kekuasaan dari lembaga lainnya, termasuk pihak swasta.

"Korupsi berkaitan dengan kesempatan dan kekuasaan, bisa terjadi pada siapa saja," kata Andreas di diskusi bertajuk 'Masih Bisakah Berantas Korupsi?' Di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (01/12).

Faktor kekuasaan sendiri dilambangkan Andreas dengan terjadinya korupsi di lembaga eksekutif, legislatif hingga yudikatif. Para pejabat ini korupsi dengan menyalahgunaan jabatannya.

"Ada kekuasaan yang makin besar akan kecenderungan untuk menyalahgunakan untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain," imbuhnya

Lebih lanjut, anak buah Megawati Soekarnoputri itu kunci memberantas korupsi yaitu melakukan pencegahan atas kencedurangan seseorang menjadi pemburu rente. Sebab kecenderangan seseorang menyalahgunakan jabatannya inilah sumber dari korupsi itu terjadi.

"Sehingga untuk memberantas korupsi, saya perhatikan kita upayakan untuk mengatasi aspek kecenderungan itu untuk terjadi," pungkas Andreas.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...