logo

06/12/18

Pakai Foto 212 untuk Berita Intoleransi, Media 'Antara News' Banjir Kecaman Warganet

Pakai Foto 212 untuk Berita Intoleransi, Media 'Antara News' Banjir Kecaman Warganet

NUSANEWS - Setelah mendapat protes keras warganet terkait foto ilustrasi, akhirnya portal Antara News milik Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengganti foto ilustrasi artikel berita berjudul "Peneliti: Media sosial berperan penting dalam penyebaran paham intoleran" yang rilis tanggal 4 Desember 2018. Sebelumnya, Antara menggunakan foto Reuni Akbar 212 sebagai ilustrasi pada berita tersebut.

Artikel berita yang diunggah melalui media sosial twitter itu pun kemudian diprotes keras warganet. Said Didu, seorang Stafsus MenESDM periode 2014-2016 turut memberi respon keras.

"Kenapa gambarnya harus acara 212? Seakan yang intoleran adalah gambar tersebut," cuit Said Didu di akun twitternya, @saididu.



"Ini yang semalam diutarakan Aa Gym di ILC,selalu menyudutkan, seolah Islam agama intoleran, geram dan marah lihat jurnalis-jurnalis sampah seperti ini," balas akun @fahmiabas70.



"Kemarin ada berita tentang istri-istri korban Lion Air yang memperebutkan warisan, dengan gambar yang menyudutkan Islam (padahal korbannya non muslim). Sebelum-sebelumnya juga banyak ilustrasi-ilustrasi media yang menyesatkan. Selama ada kesempatan, berita apapun bisa mereka gunakan untuk menyudutkan Islam," cuit @rizkyfrifai.

Akhirnya, ilustrasi berita itu diganti pada hari ini, Kamis 6 Desember 2018 pukul 18.28 WIB.

Warganet berkomentar ramai, termasuk Naufal Firman Yursak, mantan juru bicara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Gitu dong @antaranews dikritik langsung ganti foto. Media harus aspiratif dengan kritik. Ga boleh merasa paling benar," cuit Naufal Firman Yursak di akun twitternya, @firmanyursak.


"Ah... Antara kan corong pemerintah, yang dirutnya mantan pendukung...," cuit @makki_ibnu.

"Bahas masalah intoleran via medsos, dg upload kegiatan reuni 212..parah," cuit akun @magusta_adikara.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...