logo

29/12/18

OTT KPK di Kementerian PUPR, BB-nya Bukan Cuma 500 Juta tapi Uang Sekardus

OTT KPK di Kementerian PUPR, BB-nya Bukan Cuma 500 Juta tapi Uang Sekardus

NUSANEWS - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bukan hanya mengamankan sejumlah orang.

Dari operasi senyap tersebut, Tim Satgas Penindakan lembaga antirasuah itu juga berhasil mengamakan uang tunai yang menjadi barang bukti.

Uang tunai tersebut, diduga digunakan sebagi uang ‘pelicin’ terkait sebuah proyek di lembaga yang dipimpin Basuki Hadimuljono itu.

Demikian diungkap Laode M Syarief kepada awak media, Jumat (27/12/2018) malam.

“Tim mengamankan barang bukti awal sebesar Rp 500 juta dan SGD 25.000 serta satu kardus uang yang sedang dihitung,” ujarnya.

Dalam operasi kedap tersebut, anak buah Agus Rahardjo itu juga berhasil mengamankan total 20 orang yang berasal dari berbagai unsur yang berbeda.

“Terdiri dari pihak Kementerian PUPR dari unsur pejabat dan PPK sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR, swasta dan pihak lain,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, operasi kedap itu dilakukan terkait proyek penyediaan air minum di sejumlah daerah untuk tanggap bencana.

Saat ini, pihaknya masih mendalami keterangan dari para pihak yang telah diamankan.

“Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana,” imbuhnya.

Untuk saat ini, lanjut Laode, pihaknya akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap 20 orang yang sudah diamankan itu untuk selanjutnya ditentukan status hukumnya.

“Sesuai KUHAP dalam waktu maksimal 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan,” tutupnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku kaget dan tak menyangka OTT KPK dilakuan di lembaga yang dipimpinnya itu.

“Ternyata hari ini kami dikejutkan kegiatan yang sangat-sangat menyedihkan bagi kami. Mengagetkan kami,” ungkapnya dalam konnferensi pers menanggapi OTT KPK di Kemnterian PUPR, Jumat (28/12/2018).

Selain itu, Basuki juga mengaku kecewa karena ada anak buahnya yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.

“Kami sudah diamanahi tugas membangun infrastruktur sebaik-baiknya, ternyata anggota saya ada yang melakukan hal itu,” lanjut Basuki.

Anak buah Presiden Joko Widodo itu mengaku belum mengetahui persis siapa pegawainya yang ditangkap lembaga antirasuah tersebut.

Akan tetapi, dirinya sudah meminta Inspektur Jenderal Widiarto datang ke KPK untuk mencari tahu detil siapa saja pegawainya yang tertangkap.

“Pak Irjen saya tugaskan ke KPK untuk mencari tahu siapa, berapa orang dan kapan kejadiannya,” bebernya.

Busuki menambahkan, sampai saat ini, pihaknya juga belum mengetahui persis kasus apa yang melatarbelakangi operasi Tim Satgas Penindakan KPK itu.

Hanya saja, informasi yang didapatnya, operasi senyap itu dilakukan terkait proyek air minum.

“Kami dapat informasi ada pegawai PU yang terkena di bidang proyek air minum. Siapa dan apa kami belum tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada lembaga antirasuah tersebut.

“Kami percaya KPK bekerja dengan diamati dengan panjang dan ketelitian tinggi. Kami serahkan proses selanjutnya ke KPK,” pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...