logo

30/12/18

Merrisa Ayu Ningrum Dipukul Saat Shalat di Masjid, Ini Kata Polisi

Merrisa Ayu Ningrum Dipukul Saat Shalat di Masjid, Ini Kata Polisi

NUSANEWS - Mahasiswi Universitas 17 Agustus (Untag) Merrisa Ayu Ningrum dipukul balok saat melaksanakan salat Zuhur di masjid Al-Istiqomah di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Akibat penganiayaan itu, wanita yang akrab disapa Ayu menderita luka memar di bagian kepala dan wajah. Ayu sempat menjalani perawatan di RS Dirgahayu, kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi, Sabtu (29/12/2018).

Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol I Ketut Gede Suardana membenarkan peristiwa penganiayaan itu. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku pemukulan.

“Korban sudah melaporkan kejadian itu, saat ini kami masih mencari keberadaan orang yang dimaksud,” singkat Gede.

Sementara itu, pelaku pemukulan bernama Muhammad Juhairi mendadak viral di media sosial. Bukan lantaran sebuah kebaikan yang dilakukannya, melainkan aksi penganiayaan yang dilakukannya.

Video berdurasi 29 detik dan gambar Juhairi beserta identitas berupa KTP menyebar di sejumlah media sosial Facebook dan WhatsApp.

Dari penelusuran media ini, berdasarkan identitasnya, Juhairi merupakan warga Jalan Teratai, Kelurahan Sanga-Sanga Dalam, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pria 44 tahun ini rupanya sengaja datang ke Samarinda untuk mencari pekerjaan. Sesampainya di Samarinda, Juhairi kerap singgah dan tidur di masjid. Tercatat dua masjid yang pernah disinggahinya, yaitu Masjid Baitul Muttaqin (Islamiq Center) dan Masjid Al-Istiqamah.

Nah, kehadiran Juhairi di Masjid Al-Istiqamah di mana tempat terjadi pemukulan, sudah terlihat sejak dua minggu belakangan.

Kehadiran Juhairi di masjid tersebut tidak menimbulkan kecurigaan, lantaran tindak tanduk Juhairi seperti orang baik.

“Kami anggap seperti musafir lah. Saat datang tidak ada tanda-tanda mencurigakan, semua baik-baik saja. Kami juga menerimanya dengan baik. Makanya kami kaget jika Juhairi bisa setega itu dengan salah seorang jemaah perempuan yang salat saat itu,” kata Ketua pengurus Masjid Al-Istiqamah, Eliansyah, kemarin (29/12).

Juhairi yang meninggalkan seorang istri dan seorang anak di Sanga-Sanga untuk mencari pekerjaan, selama tiga hari intens tidur di masjid tersebut.


Lantaran perilakunya baik dan kebetulan salah seorang petugas masjid yang mengurusi kebersihan masjid sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, maka pengurus masjid mempersilakan Juhairi ikut bantu-bantu dan tidur ala kadarnya di sekitar masjid.

Namun, sebelum diizinkan berada dan tinggal sementara waktu di masjid, pengurus masjid memang sengaja meminta identitas Juhairi sebagai arsip pengurus masjid.

“Orangnya rajin, bahkan tidak disuruh pun dia membersihkan sekitar masjid ini. Bahkan, sebelum kejadian pemukulan, kami sempat salat jumat berjemaah dan menghitung uang hasil salatan (kotak infak) bersama-sama,” ucap Eliansyah.

“Saat kejadian memang kondisi masjid tengah sepi. Kami semua sudah pulang, tinggal dia (Juhairi) seorang diri menjaga masjid ini. Kami juga baru tahu terjadi pemukulan saat dilihatkan video rekaman CCTV pada malam harinya setelah kejadian,” terang Eliansyah.

Dari rekaman CCTV itulah, pengurus masjid memastikan jika pelaku adalah Juhairi. Sebab, ciri dan pakaian yang dikenakan sama dengan yang dikenakan Juhairi sehari-hari. Eliansyah bahkan menduga Juhairi hendak mengambil tas milik Ayu.

“Kami sempat cari ke berbagai masjid malam itu juga, namun tidak ada hasil. Berdasar kesepakatan, kami laporkan kejadian pemukulan ke polisi berikut membawa batang kayu dengan panjang sekitar 50 sentimeter sebagai barang bukti,” jelas Eliansyah.

Tak hanya Eliansyah yang kaget sekaligus geram dengan perilaku Juhairi. Salah seorang jemaah masjid yang selalu salat di masjid itu pun ikut kaget dengan pemukulan yang dilakukan Juhairi. Pasalnya, tak ada tanda-tanda keanehan di diri Juhairi selama berada di masjid tersebut.

“Sudah tiga harian ini Juhairi berada di masjid itu, kadang saya lihat tidur di aula tepat di bangunan masjid utama, tak jauh dari tempat wudu. Jika waktunya salat, dia juga ikut salat,” kata Mukhlis (35) warga sekitar.

Terakhir Mukhlis bertemu dengan Juhairi pada Kamis (27/12) lalu, saat dia hendak melaksanakan salat Zuhur. Itu pun hanya sekadar berpapasan dan tidak ada pembicaraan yang terjadi.

“Dia diam saja saat saya lewat, ya, saya diam juga. Habis itu tidak tahu lagi ke mana Juhairi sampai hari ini. Kaget juga dia tega memukul perempuan jemaah masjid,” tutup Mukhlis.

Berikut video detik-detik Merrisa Ayu Ningrum dipukul saat shalat di masjid:


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...