logo

04/12/18

Membengkak, Utang BUMN Capai Rp5.271 Triliun

Membengkak, Utang BUMN Capai Rp5.271 Triliun

NUSANEWS - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan utang sebesar Rp5.271 triliun hingga September 2018.

Utang tersebut meningkat dari 2016 yang jumlahnya Rp 2.263 triliun, dan 2017 yang jumlahnya Rp 4.830 triliun. Artinya dari 2017 ke September 2018, utang BUMN meningkat Rp 441 triliun.

"Utang awalnya Rp 2.263 triliun, menjadi Rp 4.830 triliun. Dan kemudian kuartal III, akhir September 2018 utang BUMN meningkat ke level Rp 5.271 triliun," jelas Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dalam rapat  dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/12).

Ia menuturkan, utang sebesar Rp5.271 triliun didominasi oleh utang perbankan dengan catatan Rp3.000 triliun yang didominasi oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 74 persen. Kemudian, sektor non perbankan mencatat utang sebesar Rp1.960 triliun.

"Sektor non keuangan total utang per September Rp1.960 triliun. Paling banyak didominasi sektor migas Rp522 triliun dan kelistrikan Rp543 triliun. Selebihnya BUMN memainkan peran penting di infrastruktur sehingga ini disertai utang BUMN konstruksi," tuturnya.

Aloy menegaskan bersamaan dengan pertumbuhan utang, aset BUMN juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp7718 triliun per September 2018.

"Neraca BUMN pertumbuhan aset 3 tahun terakhir Rp6524 meningkat jadi Rp7200 lagi, jadi Rp7718 triliun. Gimana utang awalnya Rp 2.263 jadi Rp4830 dan kemudian kuartal-III akhir September 2018 utang BUMN meningkat level Rp5271 triliun," tandasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...