logo

24/12/18

Korban Tsunami di Lampung Tertahan di Bukit tanpa Makanan, Desa Hancur Ini Bikin Sedih

Korban Tsunami di Lampung Tertahan di Bukit tanpa Makanan, Desa Hancur Ini Bikin Sedih

NUSANEWS - Para pengungsi terkena dampak tsunami Selat Sunda membutuhkan segera bantuan pangan dan sandang. Mereka tersebar dari pesisir Kabupaten Lampung Selatan hingga di pulau-pulau sepanjang Selat Sunda.

Warga yang berada di dua pulau, Pulau Sebesi dan Sebuku, masih terisolasi. Kapal-kapal mereka banyak rusak akibat terhempas gelombang tsunami. Ribuan warga masih bertahan di bukit-bukit kepulauan khawatir tsunami susulan.

Warga pesisir Kalianda, Lampung Selatan, terutama Desa Waymuli, yang selamat dari terjangan tsunami Sabtu (22/12), pukul 21.30 WIB langsung mengamankan diri ke kaki Gunung Rajabasa. Kondisi mereka memprihatinkan, tanpa pangan dan sandang.

Nur, warga Dusun Pangkal, Rajabasa yang ikut mengungsi ke kaki Gunung Rajabasa mengatakan rumah dan isi miliknya luluh lantak diterjang tsunami. Dia dan keluarga hanya membawa badan ke pengungsian.

Masih banyak masyarakat yang mengungsi ke Gunung Rajabasa. Mereka berasal dari sembilan desa, yakni di Desa Batubalak, Gunjir, Waymuli, Desa Suka Rajabasa, Desa Sukaraja, Desa Banding, Desa Canti, dan Pulosebesi.

Desa Waymuli Timur termasuk yang terparah terkena tsunami. Dari desa ini, 15 warga tewas. Total, dengan desa-desa lain, korban tewas sudah mencapai 35 orang hingga Minggu (23/12), pukul 13.00 WIB.

Di pengungsian pada malam hari, gelap gulita. Mereka berlindung di gubuk-gubuk dan terpal-terpal, bukan tenda. Mereka juga kelaparan.

Para pengungsi membutuhkan makanan siap saji, selimut, pakaian, keperluan bayi, pempers dewasa, pakaian dalam pria dan wanita, penerangan di gubuk-gubuk, tikar, dan terpal.

Di pulau-pulau juga, baik di Kabupaten Lampung Selatan maupun di Kabupaten Pesawaran, seperti Pulau Pahawang dan Legundi, warga juga masih mengungsi ke perbukitan pulau tersebut.

Ribuan warga terjebak dengan kondisi yang memprihatinkan di pulau-pulau.

Mutiara dan Suhaili yang berada di Pulau Sebesi, lewat ponsel, mengatakan warga banyak yang masih trauma dengan tsunami dua hari lalu. Selain itu, rumah dan kapal mereka juga porak-poranda diterjang tsunami.

Masih banyak warga yang bertahan di pegunungan pulau tersebut meski laut kelihatan tenang. Mutiara dan Suhaili berharap bantuan segera ke warga-warga yang terjebak di pulau-pulau.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...