logo

01/12/18

Komunitas Bajaj Jakarta Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemda DKI

Komunitas Bajaj Jakarta Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemda DKI

NUSANEWS - Tak berfungsinya stasiun pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di sebagian besar wilayah DKI Jakarta dalam sepekan ini tentunya berakibat pada hilangnya mata pencaharian para sopir bajaj Berbahan Bakar Gas (BBG). Bahkan, hal tersebut berdampak pada padatnya stasiun pengisian karena para sopir rela mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar gas.

Kondisi tak berfungsinya stasiun pengisian BBG di beberapa wilayah SPBG DKI dinilai janggal oleh Dewan Pembina Komunitas Bajaj Jakarta, Cecep Handoko. Bahkan menurutnya, terdapat perlakuan diskriminatif dimana bajaj BBG tidak diberikan prioritas untuk mengisi bahan bakar gas layaknya Trans Jakarta.

"Padahal bajaj BBG juga merupakan alat transportasi umum yang paling konsisten dengan pemakaian bahan bakar ramah lingkungan," kata Cecep di Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Disisi lain, lanjut dia, pemakaian bahan bakar premium selain BBG berdampak pada pelarangan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) karena dianggap melakukan pelanggaran. Belum lagi, jika UJI KIR tentu pihaknya akan ditolak, sebab bajaj BBG sesuai aturan main diwajibkan menggunakan bahan bakar gas.

"Selain itu, dalam kurun waktu beberapa tahun ini kami para sopir bajaj sudah mengalami penurunan pendapatan karena serbuan transportasi modern," terang dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dan menuntut beberapa hal kepada Pemda DKI Jakarta. Pertama, bisa menyediakan dan memperbanyak stasiun pengisian BBG. Yang kedua, lanjut dia, Pemda DKI Jakarta harus bisa memberikan subsidi angkutan umum bajaj seperti bus kecil dalam program Pemda DKI yang diberi nama Jaklinggo sebagai pengganti OK OTRIP.

"Yang ketiga, kami menolak beroperasinya becak di DKI Jakarta sebab ada moda angkutan yang lebih layak dan manusiawi apalagi soal transportasi Pemda DKI masih bermasalah dalam memanagement Transjakarta dan Buskecil," ungkap dia.

Komitmen
Menanggapi keluhan para sopir Bajaj tersebut terkait banyaknya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tutup, Pelaksana tugas (Plt) Kadishub Sigit Widjatmoko, menyatakan akan menempatkan petugasnya.

"Dishub akan menempatkan petugas di setiap SPBG," ujar Sigit di Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Petugas tersebut, kata dia, diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh antrean Bajaj sekitar SPBG.

Pasalnya sopir mengeluhkan akibat banyaknya SPBG yang tutup, Bajaj antre hingga enam jam untuk mengisi bahan bakar, bahkan sampai dua kilometer.

"Kita membantu pengaturan lalu lintas karena tadi infonya antre sampai enam jam, nah kami atur supaya tidak menimbulkan dampak kemacetan," ucap Sigit.

Selain itu Dishub juga bertugas untuk mengawasi SPBG agar terus beroprasi dan tidak ada masalah.

"Fungsi petugas melaksanakan pemantauan apakah SPBG tersebut melakukan operasi atau tidak," kata Sigit.

Namun Sigit belum bisa memastikan berapa personel yang ditempatkan pada masing-masing SPBG.

"Karena ini infonya baru didapat, ya kami siapkan sesuai dengan kebutuhan. Kita lihat karakteristik SPBGnya juga apakah beroperasi 24 jam atau tidak, kalau iya ya kami bagi tiga shift," kata Sigit.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...