logo

20/12/18

Ketua Hanura Duduki Kantor KPU, “di Gedung Ini Sudah Masuk Politik Kotor”

Ketua Hanura Duduki Kantor KPU, “di Gedung Ini Sudah Masuk Politik Kotor”

NUSANEWS - Hanura menilai KPU sudah dimasuki kepentingan politik kotor.

Itu akibat dilarangnya Oesman Sapta alias OSO untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD.

Ketua DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani merujuk pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT .

Keputusan itu sudah membolehkan OSO untuk mencalonkan diri sebagai calon DPD harusnya dijalankan sesegera mungkin.

“Karena putusan yang sudah menyatakan batal keputusan KPU RI itu,” urainya dalam orasi demontrasi di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

Menguatnya dugaan politik kotor yang dilakukan oleh para komisioner KPU menurut dia karena mereka malah menyatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait.

“Padahal putusan itu sudah sangat jelas. Saya ingin memberikan kesaksian dimana bahwa diduga politik kotor sudah masuk di gedung ini yang harusnya mengawal demokrasi,” ujar Benny Rhamdani.

Selain itu, keputusan Mahkamah Agung (MA) juga sudah mewajibkan KPU untuk meloloskan pencalegan DPD OSO dapil Kalimantan Barat.

MA mengabulkan gugatan uji materi yang diajukan oleh OSO terhadap Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26/2018 yang memuat larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota DPD.

Persoalan ini lama menjadi polemik sehingga berujung pada tudingan politis yang dimainkan komisioner KPU.

Ketidakrelaan Hanura tentu sangat berdasar mengingat sudah keluarnya keputusan pengadilan.

Namun, Hanura yang merupakan parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf tidak punya dasar juga atas alasan apa menuding KPU politis.

Tidak ditemukan kepentingan dari KPU untuk menjegal OSO maju sebagai calon anggota DPD.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...