logo

03/12/18

Kecewa Jalan Rusak Parah, Warga Tanami Padi

 Kecewa Jalan Rusak Parah, Warga Tanami Padi

NUSANEWS - Protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki pemerintah, warga Teluk Pulai, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) melakukan aksi menanam bibit padi di badan jalan.

Warga mengaku sudah kehabisan akal mengingat berbagai permohonan yang mereka sampaikan kepada Pemkab Labura maupun pemprov Sumatera Utara hingga kini belum mendapat respon.

“Ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi namun aspirasi kami tidak pernah didengar, diabaikan saja," ujar Muslim Nasution, salah seorang warga seperti dilansir RMOL Sumut, Senin (3/12).

Muslim serta warga lainnya sangat berharap aksi protes ini dapat membuka mata seluruh masyarakat tentang kondisi yang mereka hadapi. Secara khusus mereka berharap aksi ini juga sampai kepada Presiden Jokowi agar menginstruksikan Gubernur Sumut maupun Bupati Labura melakukan perbaikan jalan.

"Kami sangat berharap jalan ini segera diperbaiki," ungkapnya.

Selain dalam bentuk aksi menanam padi, warga juga ternyata telah menyampaikan keluhan mereka atas kondisi jalan tersebut pada media sosial masing-masing. Hal ini terlihat dari akun milik @Darwinsipahutar yang ternyata sudah memposting kondisi jalan dan meminta adanya perbaikan kepada pemerintah.

“Izin Pak Kepala Desa Teluk Piai, Dan Izin Pak Camat Kualuh Hilir.. Hanya Membagi Kondisi Terkini Jalan Yang Berada Di Desa Bapak Tepatnya Jalan Lintas Dusun Darussalam Dan Sialang Gatap.. Semoga Hati Dan Otak Kita Tergugah Melihat Kondisi Jalan Kita Ini… Malu Juga Awak Pak Kades Dan Pak Camat.. Sudah Banyak Diposting Orang Media Sosial.. Sekali Lagi Izin Pak Kades.. Kan Harus Bermartabat Pak Kades' tulisnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemilik akun @Arwinsyah Putera Hasibuan yang menuliskan, “Ijinkan saya memposting kondisi jalan di kampung kami ini dengan segala rasa… Bahwa hati kami ini sakit melihat keadaan ini… Kalau dulu jalan kami ini hanya berupa becek, licin berbentuk lumpur dan mungkin tidak berlobang. Karena dulu masa kami belum ada mobil maupun truk yang bermuatan penuh melintasinya… Kalau sekarang…?? Padahal hasil sumber pertanian, perkebunan melimpah ruah dari kampung halaman kami… Tapi kenapa kampung kami seperti di kebiri…??” [yls]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...