logo

24/12/18

Jadi Korban Tsunami, Herman Seventeen Tunjukkan Gelagat Tak Biasa Saat Pamit Manggung

Jadi Korban Tsunami, Herman Seventeen Tunjukkan Gelagat Tak Biasa Saat Pamit Manggung

NUSANEWS - Juliana Mochtar masih berduka atas kepergian suaminya, Herman Seventeen, akibat diterjang tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018).

Wanita yang akrab disapa Uli ini pun bahkan terus terkenang saat-saat perjumpaan terakhirnya dengan suaminya itu.

Sebab, dirinya tak menyangka ketika Herman pamit pada Jumat lalu (21/12/2018) menjadi pertemuan terakhir bagi mereka berdua.

Diceritakan Uli, sebelum pergi pamit manggung di kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, suaminya menunjukkan hal-hal tak biasa.

Herman menunjukkan lebih hangat bagi keluarganya ketimbang hari-hari biasa. Bahkan, dua anak Herman dan Juliana, Hafuza Dhamiri dan Hisyam Quraisy juga merasakan hal serupa.

Sehari sebelum menuju Tanjung Lesung, Herman membujuk Uli bersama kedua anaknya ikut berlibur bersama. Pasalnya, para personel Seventeen lainnya pun membawa istri mereka.

Akan tetapi, Uli tidak menuruti keinginan Herman. Sebab, finalis Putri Indonesia 2010 itu harus menjalani jadwal shooting yang sedang padat.

“Kak Han meminta mengosongkan jadwal 22 Desember untuk berlibur bersama keluarga. Dia nawarin terus, dia bilang ‘Hun, ayo dong ikut ikut ke Tanjung Lesung sama anak-anak’. Saya nggak bisa ikut karena syuting bersama anak-anak,” tutur Uli mengenang ajakan suaminya, dilansir JPNN.

Melihat Herman tak pernah bersikap seperti itu sebelumnya, Uli pun memintanya untuk meluangkan waktu bagi keluarga bersama Hauzan dan Hafuza. Akhirnya, Herman mengajak dua anaknya jalan-jalan ke mal.

“Kami pergi mal, makan, foto-foto, pokoknya bareng semua, memang terasa banget keluarga,” ujar Uli sembari terbata-bata.

Selama di mal, Herman juga terus bercerita. Sesampainya di rumah, Herman kembali bercerita di kamar membicarakan masa depan anak-anak, hingga rencana masuk sekolahnya.

Herman juga meminta Uli membuatkan minuman jahe hangat untuknya. Alasannya karena tak enak badan.

Keesokan harinya, Herman langsung pergi pamit untuk manggung di acara ke Tanjung Lesung. Sebelum berangkat ke Tanjung Lesung, Herman mengisi acara terlebih dahulu di kawasan BSD.

“Hari Jumat, dia mandi, setelah itu pamit meminta dibawakan baju sekalian, karena malam Sabtunya dia main di BSD. Dia pamit enggak akan balik lagi,” imbuhnya.

Saat berpamitan, Herman mencium dan memeluk Uli. Saat itu Uli merasakan badan Herman yang wangi, berbeda dari biasanya yang beraroma asap rokok. “Dia peluk erat banget,” kata Uli.

Uli juga merasakan pamitan terakhir suaminya itu berbeda dari biasanya. “Saya ngomong gini, ‘Han kok tumben wangi, biasanya bau rokok’. Terus cium tangan, cium kening, dia pun tanya mau pergi ke mana kalau tidak ada saya,” ujar Uli.

Uli lantas menjawab pertanyaan yang tak biasa itu. Perempuan asal Aceh itu mengaku berencana makan di gerai waralaba setelah Herman berangkat.

Namun, Herman tak langsung pergi. Dia malah menyambangi Uli sekali lagi untuk menciumnya.

Padahal Uli sudah bersama kedua anaknya untuk pergi makan di luar. Herman, kenang Uli, juga mencium kedua anaknya.

“‘Ya sudah pergi-pergi saja yah,’ kata Kak Han. Dia mau pamit, ngeliatin lagi, cium lagi, becanda-becanda sama anak lagi. Memang aneh banget hari itu,” tutupnya.

Jenazah Herman diterbangkan ke Kota Tidore di Ternate. Rencananya, dia akan dimakamkan di kampung halamannya.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...