logo

29/12/18

Indonesia Semakin Hancur Kalau Jokowi Terpilih Lagi

Indonesia Semakin Hancur Kalau Jokowi Terpilih Lagi

Oleh: Amirullah Hidayat

TIDAK terasa waktu terus berjalan, berapa hari ke depan kita akan memasuki tahun 2019. Pertanyaan dibenak seluruh rakyat Indonesia adalah bagaimana nasib bangsa di 2019, apakah maju atau akan semakin hancur?

Untuk menjawab itu kita perlu perenungan mendalam perjalanan bangsa ini sejak dipimpin oleh Joko Widodo yang dilantik menjadi Presiden pada tanggal 20 Oktober 2014.

Tentu sebagai relawan Jokowi 2014, kami paham betul bagaimana kondisi negeri ini selama Jokowi menjadi Presiden. Sebab rujukan kami dalam menilai memiliki tolak ukur yaitu Nawacita. Dalam kajian kami selama ini Nawacita tidak ada yang dilaksanakan. Nawacita hilang entah dimana. Yang terjadi saat ini adalah kehancuran bangsa.

Ini dapat kita buktikan bagaimana kondisi negara ini di bidang ekonomi, politik, sosial, hukum dan budaya.

Pertama, dalam bidang ekonomi terbukti pertumbuhan ekonomi hanya 4 persen padahal janji dalam Pilpres 2014 adalah 7 persen bahkan utang negara makin terus bertambah setiap hari.

Kedua, dalam bidang politik telah terjadi kehancuran sendi-sendi demokrasi, apalagi pasca perintah langsung Jokowi kepada relawannya untuk melakukan kekerasan. Sejak Indonesia merdeka, baru Jokowi lah Presiden yang menyeruhkan kekerasan kepada pengikutnya.

Ketiga, dalam bidang sosial telah terjadinya perpecahan sosial, seperti tenaga kerja asing (TKA) dari China mendapat fasilitas pekerjaan yang luas, sedangkan anak muda di dalam negeri banyak menjadi pengangguran karena sempitnya peluang pekerjaan.

Bahkan yang membuat terkejut, Jokowi ingin membenturkan ormas Islam terbesar di negeri ini yaitu NU dan Muhammadiyah dalam kasus kebijakan lima hari sekolah, sebab Jokowi yang perintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan itu, tetapi begitu NU menolak, langsung Jokowi cuci tangan bahkan menyalahkan menterinya yang notabene dari Muhammadiyah.

Keempat, dalam bidang hukum telah terjadi penegakan hukum pilih kasih, bila yang melakukan pelanggaran hukum pihak oposisi maka kepolisian akan segera memproses bahkan menangkap pelakunya tetapi bila yang melakukan itu pihak pendukung Jokowi, maka polisi tidak pernah memprosesnya.

Kelima, dalam bidang budaya, baru di pemerintahan Jokowi "lesbian, gay, biseksual dan transgender" (LGBT) secara terang-terangan berani menunjukan diri bahkan sampai melakukan kontes kecantikan, padahal rakyat Indonesia mempunyai nilai budaya yang tinggi dimana sangat membenci LGBT tersebut.

Dari tulisan singkat ini dapat kita simpulkan bahwa Jokowi menjadi Presiden telah terjadi kehancuran bangsa, apakah Presiden seperti ini akan terus kita pertahankan untuk berkuasa 2019? Silahkan rakyat Indonesia menjawab dengan menggunakan hati paling dalam. Sebab hati adalah suci dan bersih.

Penulis adalah Koordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa).

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...