logo

27/12/18

Indonesia Punah Bukan Karena Kehendak Dua Orang

Indonesia Punah Bukan Karena Kehendak Dua Orang

NUSANEWS - Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan punah jika pihaknya kalah menuai polemik di tengah masyarakat.

Menurut pengamat politik dari Exposit Strategic Political, Arif Susanto, punahnya Indonesia bukan disebabkan hanya oleh dua orang atau pertempuran Pilpres.

"Chairil Anwar pernah menulis bahwa negara ini sebuah perjanjian. Bung Karno, aku dan engaku adalah satu dzat dan satu urat dalam sebuah perjanjian tahun 1945. Mengerikan kalau perjanjian itu harus punah karena di tangan dua orang saja," ujar Arif dalam diskusi publik bertajuk "Refleksi Akhir Tahun: Indonesia Maju Atau Punah?" di Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (27/12).

Jadi sambung dia, kehendak punah atau tidak itu ada di tangan seluruh rakyat Indonesia. Tidak bisa pernyataan satu atau dua orang dapat memusnahkan bangsa ini dan menghapus perjanjian sakral tahun 1945.

"Kalau Indonesia maju atau punah itu bukan semata-mata atas kehendak saya, kehendak Mas Budi (Budianto Tarigan, Ketua Projo Karya), kehendak Prabowo atau lainnya, tapi semuanya," imbuhnya.

Maka dari itu, tegas Arif, seluruh anak bangsa ini harus tegas menjawab itu bahwa kita tidak bisa dipecah belah.

"Indonesia maju atau punah ini yang bisa jawab seluruh rakyat Indonesia. Apakah kita menghendaki Indonesia maju atau selesai," tutupnya. [rus]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...