logo

04/12/18

Dubes Arab Saudi Osamah Muhammad Al-Suaibi Pendukung Prabowo Subianto?

Dubes Arab Saudi Osamah Muhammad Al-Suaibi Pendukung Prabowo Subianto?

NUSANEWS - Dubes Arab Saudi untuk RI Osamah Muhammad al-Suaibi mendadak menjadi perbincangan hangat publik tanah air.

Hal itu berkaitan dengan cuitannya yang secara implisit menyebut GP Ansor sebagai ormas sesat dan menyimpang.

Pernyataan kontroversial Osamah itu diunggahnya melalui akun twitter pribadi miliknya, Minggu (2/12/2018) kemarin.

Osamah mengunggah sejumlah foto-foto aksi reuni 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat dengan jutaan massa itu.

Akan tetapi, yang menjadi sorotan adalah keterangan yang diberikan dalam unggahan itu.


Pasalnya, Osamah menyebut bahwa aksi itu adalah buntut insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Insiden itu sendiri terjadi pada peringatah Hari Satri di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid,” cuit Osamah.

“Oleh seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang kurang lebih sebulan yang lalu,” lanjutnya.

“Dengan dihadiri capres Jendral Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Parlemen Fadli Zon serta tokoh-tokoh muslim lainnya,” demikian Osamah.

Atas pernyataannya itu, ia kemudian menuai protes dan kecaman. Ia kemudian menghapus cuitannya dan menggantinya dengan cuitan baru.

Dalam cuitannya yang baru itu, ia menghilangkan kata jama’ah al-munharifah (organisasi sesat).

Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id dalam akun twitter-nya, Osamah memang cukup sering membuat unggahan.

Akun twitter itu sendiri diketahui sudah 1.473 kali bercuit dengan 23 ribu lebih pengikut dan hanya 23 akun twitter yang diikutinya.


Uniknya, tak ada satupun akun twitter pejabat RI yang diikutinya. Tidak pula akun twitter Presiden Jokowi sekalipun.

Namun, hanya ada satu akun twitter asal Indonesia yang diikutinya, yakni akun twitter Prabowo Subianto @prabowo.


Sedangkan satu-satunya instansi tanah air yang diikutinya adalah akun twitter Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) @Kemlu_RI.

Hal itu lantas memantik spekulasi warganet yang menduga bahwa Osamah Muhammad al-Suaibi sejatinya pendukung Prabowo Subianto.

“Coba cek followingnya @Os_alshuibi dari 23 tidak ada satupun pejabat Indonesia bahkan presiden Jokowi, tapi yg ada dihatinya adalah Prabowo,” cuit @Twitkustik.

“Ternyata, memang hanya Prabowo yang ada dihati Pak Dubes @Os_alshuibi ini, akun pejabat Indonesia nggak masuk hitungan dari 23 akun yang pak dubes ikuti, termasuk Presiden @jokowi. Rajin2 ikut Reunian Pak,” balas @amrudinnejad1.

“Bisa jadi” karena sebelumnya ada pertemuan antara Dubes Arab dengan Prabowo.. Tapi sudahlah, kita sudahi saja..” kata @PakarLogika.


Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, reaksi keras ditujukan kepada Dubes Arab Saudi untuk RI, Osamah Muhammad al-Suaibi.

Hal itu bermulai dari cuitan Osamah melalui akun twitter pribadinya yang memajang sejumlah foto-foto aksi reuni 212 di Monas, Minggu (2/12/2018) kemarin.

Namun yang menjadi sorotan adalah penjelasan dalam cuitan itu yang menyebut bahwa Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai organisasi sesat dan menyimpang.

Osamah bercuit, bahwa aksi di Monas kemarin itu adalah buntut dan reaksi keras atas peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh organisasi sesat dan menyimpang.


“Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannnya,” tegas Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siroj, Senin (3/12).

Atas ulah Dubes Arab Saudi itu, dinilai bisa mengganggu hubungan diplomatik kedua negara.

“Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI dan Saudi Arabia. Atas dasar ini kami menyampaikan protes keras,” tegasnya.

Sementara, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mendesak Kementerian Luar Negeri tidak tinggal diam.

“Kami mengharapkan klarifikasi dari yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi atas unggahan tersebut,” tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (3/12/2018).


GP Ansor juga meminta Menteri Luar Negeri agar dapat menggunakan koresponden diplomatik supaya Dubes Arab Saudi dapat memberikan klarifikasi dan permohonan maafnya.

“Kami dengan ini memohon kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, agar kiranya dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada,” katanya.

“Guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan materi unggahan dimaksud,” pungkasnya.




SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...