logo

20/12/18

Disuruh Tanggapi Sikap Fadli Zon Soal Habib Bahar, Cuma Begini Reaksi Mahfud MD

Disuruh Tanggapi Sikap Fadli Zon Soal Habib Bahar, Cuma Begini Reaksi Mahfud MD

NUSANEWS - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD merespon pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang menilai proses hukum terhadap kasus Habib Bahar bin Smith sebagai kriminalisasi terhadap ulama.

Mahfud MD menanggapi setelah netizen @lelakibiasa99 memintanya bicara. Dia pun hanya merespon dengan empat emoji tertawa terpingkal-pingkal dan empat emoji tepuk tangan.



Tweet Mahfud MD mengundang warganet lainnya untuk berkomentar. Sebagian warganet merasa dapat memahami maksud Mahfud MD.

Seperti akun @Resyarif171, "Bravo Prof, Tidak usah ngomong sudah terjawab ya Prof wkwkwk," katanya.

Tetapi sebagian netter penasaran kenapa Mahfud MD menanggapi demikian. "Kok Prof memakai meme terpingkal pingkal, apakah ini jenis lelucon yang begitu lucunya Prof? wkwkkwkw," kata akun @wisnumurtie.

Pemerhati politik Faizal Assegaf lebih dulu menyikapi pernyataan Fadli Zon. "Bung @fadlizon jangan doyan bikin onar dengan tudingan kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum. Penahanan Habib Bahar Smith murni kasus hukum," kata Faizal membalas kicauan Fadli Zon dikutip AKURAT.CO pada Rabu (19/12/2018).

Faizal Assegaf menantang dia untuk memberikan bukti.

"Tudingan anda yang berkali-kali menghasut rakyat bahwa: "Hukum telah dijadikan alat kekuasaan", sangat fatal. Kalau punya bukti silakan dibeberkan!" ujarnya.

Fadli Zon menyebut proses hukum terhadap Bahar sebagai kriminasliasi terhadap ulama.

“Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia, selain itu tentu tindakan penahanan ini ancaman terhadap demokrasi. Kezaliman yang sempurna,” katanya.

Bahar sekarang ditahan Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin, Kampung Kemang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, pada Sabtu (1/12/2018).

"Kami tetapkan 5 tersangka, di antaranya berinisial BA, AG, HA, HDI, SG kemudian ditambah tersangka BS, sudah dilakukan penahanan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum," kata Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto di Kepolisian Daerah Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...