logo

19/12/18

Demokrat Kecewa, Polisi Ogah Ungkap Otak Perusakan Baliho Partai, “Ini Serius!”

Demokrat Kecewa, Polisi Ogah Ungkap Otak Perusakan Baliho Partai, “Ini Serius!”

NUSANEWS - Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menangkap kesan kasus perusakan atribut mereka yang telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dianggap sudah selesai.

Polda Riau hanya fokus pada tersangka yang tertangkap tangan oleh Satgas Rajawali, dan tidak menelusuri lebih lanjut pihak yang menyuruhnya.

Justru, polisi menambahkan bahwa kader PD juga terlibat dalam kasus perusakan satu buah baliho caleg PDI Perjuangan di Tenayan, seolah memberi imbangan.

Hinca mengingatkan, lokasi Tenayan ini jauh sekali dari TKP perusakan atribut milik PD di jalan-jalan protokol dan tidak termasuk daerah yang dikunjungi Presiden Jokowi.

Upaya mengecilkan kasus perusakan bendera PD dan baliho penyambutan SBY, menurut Hinca, juga terlihat dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Wiranto menunjuk oknum PDIP dan PD yang bersalah dan meminta pimpinan parpol tidak membesar-besarkan kasus di Pekanbaru tersebut.

“Partai Demokrat tidak bermaksud membesar-besarkan kasus ini, karena kasus ini memang serius dan besar. Justru jangan dikecil-kecilkan dan dianggap angin lalu,” tegas Hinca.

Partai Demokrat, lanjut Hinca, memandang pernyataan Menko Polhukam dan Kapolda Riau tidak mencerminkan fakta sesungguhnya. Juga tidak sesuai dengan informasi dan kesaksian yang didapatkan pihaknya.

Sebab dari hasil penelusuran PD sejauh ini tidak ada keterlibatan PDIP sebagai inisiator dan mastermind.

“Kalau toh ada, mereka hanya dimanfaatkan,” terang Hinca.

Hinca pun menepis ada keterlibatan kader PD, terlebih sebagai inisiator. Bahkan pada hari kejadian, kata dia, Ketum SBY telah mengeluarkan instruksi agar tidak membalas perusakan parpol lain.

“Hampir pasti perusakan atribut PD di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” imbuh PD.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...