logo

24/12/18

Dari Postingan Facebook, Pria Ini Dianggap Mencemarkan Nama Baik Pastor dan Pendeta

Dari Postingan Facebook, Pria Ini Dianggap Mencemarkan Nama Baik Pastor dan Pendeta

NUSANEWS -  Media sosial jadi harimaumu. Ungkapan tepat yang dialamatkan kepada Santoni Rambe, pria asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Minggu (23/12/2018) sore, ia dijemput pihak Satreskrim Polres Tapteng di rumahnya di kecamatan Sorkam. Ia ditahan atas laporan pencemaran nama baik terhadap profesi Pendeta dan Pastor.

"yang mengamankan Kasatreskrim (Polres Tapteng) langsung dan ditemani beberapa anggota Polsek Sorkam,” ungkap Kapolsek Sorkam, AKP Toni Simanjuntak saat dihubungi wartawan melalui telepon, Minggu (23/12/2018) malam.

Di akun facebooknya, Santoni menuliskan kalimat tuduhan yakni: 'pendeta dan pastor adalah penjilat'. Kalimat itu ia unggah pasca perayaan Natal Oikumene Kabupaten Tapanuli Tengah yang berlangsung di Kecamatan Kolang.

ak lama berselang, pada hari Sabtu (22/12/2018) kemarin, menyusul Santoni yang diketahui maju sebagai salah satu caleg di Tapanuli Tengah itu mengunggah status terbarunya. Ia pun meminta maaf.

"Saya sebagai seorang umat kristiani dan sebagai seorang Sintua (penatua gereja-red), maka dengan ini dan dengan dasar kasih yang sesungguhnya, memohon maaf kepada seluruh pendeta, pastor dan gembala jemaat, yang ada di kabupaten Tapanuli Tengah," ujar Santoni dalam postingannya.

Kasat reskrim Polres Tapteng AKP Dodi Naingolan saat dikonfirmasi terpisah, juga membenarkan penahanan itu. Menurutnya, Santoni diamankan dari rumahnya Minggu (23/12/2018) sekira pukul 16:00 WIB.

"Pak Rambe ini baik kok, beliau bertanggungjawab dengan semua perbuatannya," ungkap Kasat.

Menurutnya Santoni telah mengakui kekhilafannya atas unggahan di laman facebooknya.

"Kalau jujur saya tidak berani menahan beliau (Santoni-red) karena Sintua, tapi yang bicara adalah Undang-undang. Saat ini kami sedang berbincang-bincang, habis itu nanti baru dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Dodi menjelaskan, pengamanan terhadap Santoni dilakukan atas laporan semua pendeta yang melaksanakan Natal Oikumene Tapteng di Kolang.

Ia menyebut Santoni mengaku sudah berencana mengumpulkan para pendeta dan pastor di daerah itu untuk meminta maaf.

"Tadi kami menghubungi pak Rambe, beliau menjawab dan mengaku sedang berada di rumahnya, intinya beliau siap kok. Dan pak Rambe mengakui salah,” kata AKP Dodi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...