logo

22/12/18

Dahnil: Survei mana? Kalau Denny JA Kita Ketawa Saja!

Dahnil: Survei mana? Kalau Denny JA Kita Ketawa Saja!

NUSANEWS -Hasil rilis lembaga survei banyak menyebut jika elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi cenderung stagnan. Bahkan adanya Reuni Akbar Alumni 212 tidak bisa menyumbang banyak efek elektoral.

Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi santai jika ada pihak menyatakan demikian. Menurutnya, banyak lembaga survei yang datanya tidak tepat.

"Survei mana? Kalau Denny JA kita ketawa aja," ujar Dahnil di Jalan Mega Kuningan Timur VII Nomor 26, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Dahnil mengklaim bahwa dari hasil survei internal menunjukan grafik menanjak bagi Prabowo-Sandi. Bahkan dalam satu bulan terakhir kenaikannya terbilang signifikan mencapai 15 persen.

"Selama 1 bulan ini saja peningkatan yang dialami oleh pak Prabowo dan Sandi itu sampai di 15 persen," jelasnya.

Demikian juga dengan survei yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjukan angka sama. Hal itu dianggap telah mematahkan temuan sejumlah lembaga survei.

Lebih lanjut, mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu beranggapan justru kubu Jokowi-Ma'ruf yang elektabilitasnya stagnan. Pasalnya elektoral mereka sudah hampir tersalip oleh Prabowo-Sandi.

"Survei pak SBY juga menunjukkan ada peningkatan 15 persen. Dan itu siginifikan sekali. Temuan angka-angka misalnya kami pada bulan ini hampir 45 persen lebih elektabiltasnya dan petahana itu stagnan," tandas Dahnil.

Sebelumnya LSI merilis hasil survei terbarunya berjudul 'Pertarungan Jokowi Vs Prabowo Setelah Reuni 212'. Berdasar temuan LSI, ternyata Reuni 212 tidak berpengaruh signifikan karena elektabilitas Jokowi - Ma’ruf masih di kisaran 54,2 persen. Sedangkan Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno hanya memiliki tingkat keterpilihan 30,6 persen.

Survei LSI justru memperlihatkan elektabilitas Jokowi - Ma’ruf naik setelah Reuni 212. Sebab, elektabilitas Jokowi - Ma’ruf pada survei November lalu masih di angka 53,2 persen.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo - Sandi yang saat ini di angka 30,6 persen justru turun dibandingkan survei sebelumnya. Survei LSI November lalu menunjukkan elektabilitas duet bernomor 02 itu di angka 31,2 persen.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...