logo

08/12/18

Cinta Segitiga Berujung Maut, Rudi Selamat Dibunuh Selingkuhan Istrinya

Cinta Segitiga Berujung Maut, Rudi Selamat Dibunuh Selingkuhan Istrinya

NUSANEWS - Kisah cinta segitiga yang dialami Rudi Selamat (45) warga Kampung Subur, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan dengan istrinya, SU, berujung maut.

Rudi tewas dibunuh selingkuhan istrinya, MS, saat berduel. MS pun kabur bersama SU. Namun, pelarian keduanya hanya berlangsung tak sampai sepekan karena petugas Polres Asahan berhasil menangkapnya. Kisah asmara tersebut terungkap dalam pemaparan kasus yang digelar Polres Asahan, Sabtu (8/12/2018).

Dalam pemaparan kasus tersebut, terungkap SU telah menikah secara diam-diam dengan MS. Padahal, Rudi belum resmi menceraikan SU.

Awal ceritanya, SU mengaku telah berpisah dari Rudi sekitar bulan Juni yang lalu. Ia memutuskan pergi dari rumah karena merasa sudah tidak memiliki kecocokan dengan Rudi.

Sebelum pergi, SU menerima sepotong surat dari Rudi. Isi surat itu, Rudi membebaskan dirinya untuk menikah dengan siapa saja.

Berbekal surat tersebut, SU meninggalkan rumah dan anak-anaknya menuju rumah orang tuanya, di kawasan Kabupaten Labuhanbatu.

“Sewaktu mau pergi, dikasihnya aku surat. Kata dia (Rudi), kalau kau mau kawin, kawinlah. Suka hati kau mau kawin sama siapa,” aku SU saat dihadirkan dalam pemaparan kasusnya.

Seiring berjalannya waktu, beberapa bulan kemudian, ia berkenalan dengan MS. Komunikasi SU dan MS cukup intens, hingga cinta tumbuh diantara mereka. Keduanya pun memutuskan hidup bersama. Mereka tinggal di rumah kontrakan MS, di Aek Polan, Desa Buntu Pane Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

“Memang kami belum cerai resmi secara sah, tapi dia (Rudi) sudah mengizinkan kalau aku mau kawin. Itulah makanya aku nikah,” sebut SU yang menyatakan telah hamil dua bulan.

Namun ternyata, pernikahan SU dan MS diketahui oleh Rudi. Lantas, Rudi pun berang dan naik darah mencari keberadaan mereka.

Singkat ceritanya, Rudi berhasil menemukan kontrakan yang menjadi tempat tinggal SU dan MS. Dengan menaiki sepeda motor, Rudi bersama anaknya mendatangi kontrakan tersebut dan melabrak MS, pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Rudi langsung mendobrak pintu kontrakan MS. Adu mulut pun terjadi antara Rudi dengan MS hingga baku hantam.

“Waktu berantam, kalah aku. Terus, aku mau lari tapi tak bisa. Pintu rumah terkunci semua, karena dikuncinya (Rudi). Lantaran terancam, aku ambil pisau di dapur. Itulah aku tikam dia (Rudi) hingga terkapar,” jelas MS.

Setelah melumpuhkan korban, MS keluar dari rumah. Sambil memegang pisau, dia mengejar anak korban. Akan tetapi, MS berdalih pengejaran tersebut untuk mengambil kunci sepeda motor milik korban.

“Aku kejar anaknya bukan untuk membunuh, tapi untuk mengambil kunci sepeda motor,” akunya.

Usai berhasil merampas kunci sepeda motor korban, MS langsung melarikan diri bersama SU ke Rokan Hulu, Riau. Mereka menumpang tinggal di rumah kerabat MS, Erwin, hingga akhirnya ditangkap petugas Polres Asahan, Jumat (7/12/2018) kemarin.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu menyebutkan, penikaman yang dilakukan tersangka tepat mengenai uluhati korban. Selain itu, tikaman korban juga diarahkan pada bagian kepala korban. “Cukup sadis perbuatan pelaku terhadap korban,” ujar Faisal.

Diakuinya, motif kasus pembunuhan ini berawal dari permasalahan rumah tangga korban. “Motif kasus pembunuhan ini akibat cinta segitiga, dimana istri korban selingkuh dengan pelaku. Korban yang tak terima mendatangi tempat tinggal pelaku hingga terjadi perkelahian dan korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” beber Faisal.

Saat ditangkap, kata Faisal, pelaku melakukan perlawanan kepada anggota sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur di kakinya.

“Dari tersangka MS, disita barang bukti sebilah pisau yang digunakan oleh tersangka, 2 unit handphone dan satu unit sepeda motor milik korban,” tuturnya.

Faisal menambahkan, selain MS, istri korban juga ditetapkan sebagai tersangka karena turut membantu tersangka dan melarikan barang milik korban. Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 339 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka untuk proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...